Saya benci salesman seperti ini w|Pendapat jujur dari lapangan

Halo semuanya.

Ini Enta.

Baru-baru ini saya bertengkar dengan seorang tenaga penjualan dari toko bahan bangunan (w) (daripada bilang bertengkar, lebih tepatnya saya bilang bahwa saya tidak akan berbisnis lagi dengan dia (w))

bertengkar

Ada berbagai alasan, tetapi,

 

1. Terlalu sering memamerkan kebaikan

2. Bekerja lambat

3. Jika tidak menelepon untuk mengonfirmasi bahwa sudah mengirim email, permohonan tersebut tidak akan diproses

4. Jika tidak menelepon untuk memberitahukan bahwa telah mengirim faks, tidak akan ada tanggapan sama sekali

5. Karena alasan-alasan di atas, telah ditetapkan prosedur yang ketat untuk mengirim email, faks, dan menelepon

6. Langsung bilang kalau belum dengar (meski sudah dihubungi, tetap lupa)

7. Pokoknya, cuma bikin-bikin alasan saja

8. Meskipun ada riwayat pengiriman email ini, mereka tetap berpura-pura tidak tahu

9. Sering menyebarkan kabar bahwa dia akrab dengan si anu (namun ketika ditanya langsung kepada orang tersebut, dia menjawab bahwa mereka tidak akrab)

10. Terus-menerus membanggakan pekerjaan sebelumnya

11. Karena saya punya kenalan di semua tempat kerja yang disebutkan di atas, saya tanya kepada mereka, dan ternyata reputasinya sangat buruk

12, Hanya karena lebih tua, saya sama sekali tidak bisa menghormatinya

13, Sejak muda sudah menjadi contoh klasik orang yang tidak mampu

14, Mantan anggota sindikat (Anggota sindikat itu punya citra sebagai orang yang nggak bisa kerja. Yang bisa mereka lakukan cuma main golf dan jadi pengikut setia?)

15, Mengatakan bahwa “Saya bekerja dengan sungguh-sungguh demi perusahaan Anda” (bekerja demi Anda berarti bekerja demi diri sendiri)

16. Mengumbar kata-kata buruk atau gosip tentang perusahaan lain. (Orang seperti itu perlu diwaspadai, karena bisa saja dia juga membicarakan kita ke perusahaan lain.)

 

Orangnya seperti ini, lol

Awalnya saya mencoba bersabar dalam berbagai hal, tetapi karena akhirnya saya terpaksa menghentikan pekerjaan di lokasi sebanyak dua kali, saya tidak mau lagi melakukannya.

Saya sendiri juga pernah gagal atau merepotkan orang lain, jadi biasanya saya bisa memaafkan hal-hal seperti itu, tetapi karena kali ini sudah terlalu berlebihan, saya meminta orang tersebut untuk tidak lagi menangani urusan kami.

Bukan karena mereka tidak bisa menerima kegagalan, melainkan karena mereka tidak memiliki semangat untuk merefleksikan kesalahan tersebut dan memanfaatkannya untuk masa depan; mereka malah mengelak dengan berbagai alasan, dan pada akhirnya tetap menagih biaya yang terkait dengan hal itu.

Tidak ada masalah jika harus mengeluarkan uang untuk menanggung kerugian perusahaan sendiri.

Tapi, saya nggak ngerti kenapa harus bayar buat kegagalan perusahaan lain. Kok bisa mereka dengan santai ngobrolin hal kayak gitu? Kan? w

Ngobrol

Yah, saat itu aku benar-benar marah, jadi aku bilang, “Silakan tagih semuanya, tapi tolong jangan meneleponku lagi,” hahaha.

Yah, karena dia memang orang seperti itu, mungkin dia tidak akan keberatan.

Selain itu, karena dia orang yang suka ngomong tanpa henti, saya rasa dia pasti membicarakan hal-hal seputar hiburan di perusahaan lain.

Kalau ada orang yang bilang begitu, mungkin orang itu lah www

 

Tapi, saya tidak bisa bekerja sama dengan orang yang berkata seperti itu, ya~

Tidak ada perkembangan sama sekali, dan juga tidak ada manfaatnya untuk belajar.

Karena itu hanya akan membuat saya lelah saja.

 

Apakah ada orang seperti itu di sekitar kalian?

Saya termasuk tipe orang yang selalu menjaga jarak dengan orang-orang seperti itu, hehe.

Sebaliknya, saya bisa mendengarkan cerita dari staf penjualan yang kompeten selama berjam-jam; karena mereka memang kompeten, mereka bisa menjelaskan persyaratan pekerjaan dengan jelas sambil sesekali menyisipkan obrolan ringan. (Obrolan ringan ini justru sering kali berisi cerita dan informasi yang sangat bermanfaat.)

Orang yang tidak kompeten kebanyakan hanya mengumbar kata-kata kasar terhadap orang lain (perusahaan lain), gosip, dan cerita tentang diri sendiri, sedangkan pembicaraan tentang pekerjaan hanya sedikit saja lol (mungkin itulah sebabnya terjadi kesalahan)

Hati-hati ya! w

 

Sampai jumpa lagi.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses