Halo semuanya.
Ini Enta.
「Warga Vietnam, Nepal, Indonesia, Filipina, dan Jepang” di 5 negara (wilayah)Perbedaan aturan dan budaya dalam kehidupan sehari-hari dan di tempat kerjaSaya telah membandingkannya.
Menurut saya, Vietnam, Nepal, dan Indonesia (haha)
Filipina ditemukan oleh Guru Chappy melalui internet.

Meskipun ada perbedaan budaya, selama bekerja di Jepang, saya berharap Anda dapat memahami budaya Jepang dengan baik.
Menerapkan budaya negara sendiri di Jepang mungkin akan membuat hidup menjadi sulit.
Bagaimana pendapat kalian semua?
🌏【Perbandingan Aturan dan Budaya Antar Negara】Perbedaan antara Peserta Program Pelatihan Keterampilan dan Warga Jepang
| Bidang | Orang Jepang 🇯🇵 | Vietnam 🇻🇳 | Nepal 🇳🇵 | Indonesia 🇮🇩 | Filipina 🇵🇭 |
|---|---|---|---|---|---|
| ⏰ Persepsi waktu | Sangat ketat. Budaya “bertindak 5 menit lebih awal” | Saya selalu tepat waktu, namun terkadang harus absen mendadak karena alasan keluarga | Sering terlambat dan mudah mencari-cari alasan | Sering terlambat karena ibadah atau perjalanan | Menjalani hidup sesuai ritme sendiri. Sering menganggap keterlambatan sebagai hal yang sepele |
| 🙇 Etika dan Hubungan Hierarki | Sistem hierarki berdasarkan masa kerja yang kuat, serta budaya penggunaan bahasa hormat | Menunjukkan rasa hormat kepada atasan, namun tetap bersikap rendah hati | Mengutamakan pasangan yang lebih tua, bersikap ramah | Rasa hormat yang kuat terhadap usia dan agama | Ramah dan hubungan hierarki tidak terlalu kaku |
| 📱 Etika Penggunaan Ponsel | Selama jam kerja, mode senyap dan larangan penggunaan ponsel untuk urusan pribadi adalah hal yang biasa | Banyak orang yang menggunakannya untuk keperluan pribadi | Terkadang digunakan tanpa pemberitahuan | Orang-orang yang tanpa sadar menonton musik atau video | Kita cenderung menggunakan media sosial atau melakukan panggilan telepon saat sedang bekerja |
| 🚭 Merokok | Jaga area merokok. Patuhi aturan dengan ketat | Hati-hati terhadap merokok di jalan dan membuang puntung rokok sembarangan | Jika diperintahkan, saya akan mematuhinya | Jumlah rokok yang dihisap banyak dan tingkat ketergantungannya cukup tinggi | Ada juga orang yang merokok secara sembunyi-sembunyi, sehingga perlu berhati-hati |
| 🙏 Agama dan adat istiadat | Tidak terikat pada agama tertentu dan memisahkan urusan pribadi dan urusan publik | Ada perayaan berdasarkan kalender lunar yang berkaitan dengan agama Buddha dan pemujaan leluhur | Lebih banyak penganut Hindu. Mengutamakan upacara keagamaan | Agama Islam. Perlu memperhatikan ibadah, Ramadan, dan sebagainya | Agama Kristen. Misa Minggu, mengutamakan Natal |
| 🛁 Mandi・Mencuci | Mandi dan mencuci pakaian setiap hari. Saya sangat memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan mandi. | Budaya mandi. Sulit mengoperasikan mesin cuci | Rasa enggan berendam di bak mandi. Budaya mencuci tangan | Kadang-kadang bau menjadi masalah meskipun frekuensi mandi tidak terlalu sering | Perhatian terhadap tekanan air dan kualitas air. Suka pelembut pakaian (aromanya) |
| 🍚 Budaya Makan | Berfokus pada beras. Rasanya cenderung ringan | Suka nasi dan rasa yang kuat. Sering menggunakan kecap ikan dan bawang putih (bau yang menyengat) | Kari, acar, dan makanan pedas (bau kari) | Berfokus pada makanan halal. Tidak boleh daging babi dan minuman beralkohol (pedas) | Banyak makanan berminyak. Budaya makanan cepat saji juga cukup kental. |
| 🏠 Kehidupan di asrama・Pembersihan | Membersihkan, memilah sampah, dan hidup dengan tenang adalah hal-hal mendasar | Bahkan bagi mereka yang tidak suka membersihkan atau kesulitan memilah sampah, kamarnya tetap terasa berminyak | Mudah membuat kamar berantakan dan sulit merapikannya | Kurangnya kesadaran terhadap jamur dan bau | Banyak orang yang tidak peduli meskipun tempatnya berantakan |
| 💬 Kemampuan berbahasa Jepang | ーーー (Kadang-kadang ada orang bodoh, w) | Kemampuan membaca yang lemah dan cenderung diam | Lebih banyak berkomunikasi secara lisan. Memberikan jawaban yang samar-samar (kemampuan bahasa Jepang cukup baik) | Kurang mahir dalam bahasa sopan dan ungkapan yang ambigu (kemampuan bahasa Jepang cukup tinggi) | Sering bicara, tapi kadang isinya dangkal (bahasa Jepangnya asal-asalan w) |
| 📒 Pelaporan, Komunikasi, dan Konsultasi | Budaya yang paling diutamakan. Jika diam saja, akan menjadi sasaran teguran | Diam karena takut dimarahi (tidak mau bertanggung jawab, menyalahkan orang lain) | Cenderung menyembunyikan masalah (tidak ingin bertanggung jawab) | Ungkapan yang tidak jelas dan ambigu (cenderung menyalahkan orang lain) | Meskipun berbicara, namun cenderung kurang konkret |

✅ Poin-poin penting bagi pemimpin di lapangan
-
Apa yang dianggap “wajar” oleh orang Jepang tidak dipahami oleh orang asingSering terjadi (hampir tidak tersampaikan)
→ Aturan harus dituangkan secara tertulis, dipasang, dan diterjemahkan (contoh: pembuangan sampah, mandi, waktu) -
Di beberapa negara, “melapor” dianggap sama dengan “dihukum”
→ Penting untuk menciptakan suasana yang memudahkan pelaporan kesalahan -
Perbedaan dalam hal “agama, budaya kuliner, dan kebiasaan hidup” dapat diatasi dengan sikap saling menghormati dan kreativitas
→ Perhatian terhadap makanan halal, altar Buddha, gereja, dan sebagainya langsung berdampak pada kepercayaan; ada juga orang yang bersikap fleksibel dengan mengatakan bahwa hal itu tidak menjadi masalah jika negaranya berbeda (minuman beralkohol dan daging sapi memang enak) - Memang ada orang yang berteriak di lokasi kerja, tetapi jika pesannya tidak tersampaikan, berteriak pun tidak ada gunanya, jadi jangan berteriak, tetapi sampaikan dengan perlahan dan jelas!
Di masa mendatang, jumlah pekerja asing di Jepang akan semakin bertambah.
Dengan mempertimbangkan perbedaan budaya di antara kita, saya berharap agar mereka dapat menerima budaya Jepang.
Dan, saya berharap mereka dapat menguasai teknologi Jepang dengan baik dan memanfaatkannya untuk kemajuan negara mereka sendiri!
Sampai jumpa lagi.



