Halo semuanya.
Ini Enta.
Apakah Anda melakukan pengeboran dengan sistem gantung?
Bukankah jumlahnya semakin berkurang belakangan ini?
Di rumah kami juga ada mesinnya, tapi kami malah main-main saja, hehe.
Sebenarnya, kalau pakai mesin untuk pengerjaan, itu nggak cocok buat subkontraktor tingkat kedua, ya w
Lebih baik hanya membayar upah tenaga kerja saja dan menyediakan bahan-bahan serta peralatan.
Mesin-mesin tersebut selalu kami rawat agar siap digunakan kapan saja, jadi jika ada warga sekitar yang ingin menggunakannya, silakan hubungi kami.
Saya menyewakannya. Ngomong-ngomong, ini adalah YD135 dari Yamamoto Rock Machine.
Panduan mengenai pengeboran dengan sistem gantung, serta,Saya akan mengajarkan semua metode pengerjaannya.(Kalau lagi senggang, hehe)
Bagi yang tertarik untuk melakukan pekerjaan konstruksi, silakan hubungi kami.

Kembali ke topik utama
Nah, kali ini saya akan membahas inti dari mesin pengeboran gantung. (Apakah Anda langsung berkomentar, “Apa-apaan ini!”? w)
Karakteristik dan Identifikasi Bahaya pada Mesin Bor Gantung
1. Menggunakan derek.
2. Menggunakan BH (backhoe).
3. Diameter lubang bor adalah 65 mm.
4. Dalam perhitungan, kondisi lapangan I.
5. Sebagian besar jenis mesin bor menggunakan mekanisme pneumatik dan digerakkan oleh udara.
6. Ada yang menyebutnya “Sky Drill”, namun sebenarnya alat ini berbeda dengan mesin pengeboran gantung.
7. Disarankan menggunakan kompresor berdaya 190 horsepower.
8. Sulit untuk menentukan gaya reaksi.
9. Rentan terhadap lapisan tanah liat dan tanah berpasir.
10. Rentan terhadap perubahan kondisi tanah.
11, Tahan terhadap benturan batu.
12, Rentan terhadap zona rekahan.
13, Memasang tulangan baja itu cukup sulit.
14. Proses injeksi cenderung membuat lereng menjadi kotor (sulit dibersihkan).
15, Membersihkan lumpur hasil pengeboran di lereng itu sangat melelahkan.
16. Pengeboran pada hari hujan dapat menyebabkan lereng menjadi kotor dan mudah ternoda oleh tanah (terkadang menjadi kuning dan noda tersebut sulit dihilangkan).
17. Pada musim dingin, udara terkompresi membeku, sehingga unit utama pun membeku. (Masalah ini dapat diatasi dengan menggunakan kompresor kering)
18. Kawat penahan terkadang bisa putus.
19, Boom crane berpotensi bersentuhan dengan kabel listrik bertegangan tinggi dan sejenisnya.
20. Daun-daun pohon dapat tersangkut pada kabel pengaman jib crane.
21, Jangkar penahan gaya reaksi terlepas sehingga mesin tiba-tiba miring secara drastis.
22, Terhempas angin.
23, Selang udara pecah.
24, Karena sama seperti mesin pemecah batu, mesin ini membutuhkan oli khusus untuk mesin pemecah batu sehingga oli akan menetes ke lereng.
25. Pasir dapat terselip di blok tuas pengatur sudut sehingga blok tersebut menjadi longgar, yang dapat menyebabkan rantai terlepas secara tiba-tiba.
26, Pancingnya patah.
27. Waktu pengeboran tergantung pada jenis tanah, tetapi relatif cepat.
28, Jika kerja sama dengan operator semakin lancar, proses pemindahan akan menjadi lebih cepat, dan volume produksi harian pun akan meningkat.
29, Jika tanah liat ditekan terlalu keras, lubang tempat udara keluar akan tersumbat.
30, Kecepatan pengeboran antara pekerja berpengalaman dan pemula jelas berbeda. (Sepertinya orang akan bilang, “Ya, tentu saja!”)
31, Ternyata dibutuhkan trik khusus untuk mengebor.
32. Mesin pengeboran pipa ganda tidak boleh digunakan dalam konfigurasi gantung. (Kecepatan putarannya lambat, namun tenaganya besar sehingga seluruh unit mesin berisiko berputar, yang berbahaya)
33. Karena getaran dapat menyebabkan komponen terlepas, maka komponen tersebut harus diamankan dengan pasak pengunci atau pengikat. Selain itu, periksa setiap hari.
Sepertinya masih ada banyak lagi, tapi untuk saat ini suasananya kira-kira seperti ini.
Belakangan ini, pengeboran pipa ganda memang cukup sering dilakukan, jadi mesin ini tetap diperlukan karena kadang-kadang masih ada pekerjaan semacam itu.
Sampai jumpa lagi.



