Halo semuanya.
Ini Enta.
Apakah di perusahaan kalian ada orang seperti ini?

1. Bercerita tentang pekerjaan sebelumnya atau kisah-kisah prestasi di masa lalu
2. Bersikap menindas terhadap bawahan dan tidak mau mengajarkan pekerjaan
3. Meminta orang lain atau bawahan untuk mengerjakan tugas-tugas rutin
4. Tidak bisa membaca suasana dan justru menonjol secara negatif
5. Tidak akan secara proaktif menangani hal-hal yang tidak dipahami dalam pekerjaan (tidak akan bertanggung jawab)

Cara menghadapi orang di tempat kerja yang “hanya menceritakan kisah-kisah kejayaan masa lalu dan bersikap menindas terhadap rekan kerja yang lebih muda”
1. Terus-menerus membicarakan pekerjaan sebelumnya atau kisah-kisah kejayaan di masa lalu
-
Sikap: Setiap kali berbincang, dia selalu mengulang-ulang cerita masa lalu seperti, “Di tempat kerja yang dulu aku jalani…”, dan jarang sekali menyinggung pekerjaan saat ini.
-
Tindakan yang Dapat Dilakukan: Pertama-tama, berikan pengakuan singkat seperti, “Wah, hebat sekali,” lalu kembalikan pembicaraan ke topik saat ini dengan bertanya, “Bagaimana hal itu bisa diterapkan di tempat kerja Anda saat ini?”
Jika tidak dihentikan, kita akan terus-menerus mendengarkan kisah-kisah kepahlawanan yang sia-sia, jadi perlu segera ditangani
2. Bersikap menindas terhadap orang yang lebih muda atau bawahan dan tidak mau mengajarkan pekerjaan
-
Sikap: “Kamu tidak tahu hal seperti itu?” katanya dengan nada mengintimidasi, tanpa menjelaskan langkah-langkah konkretnya.
-
Tindakan yang Dapat Dilakukan: Alih-alih sekadar meminta “Tolong jelaskan” secara samar-samar, ajukan pertanyaan yang lebih spesifik seperti “Saya ingin memastikan bagian ini saja dari proses tersebut” agar lebih mudah dijawab. (Pada dasarnya, orang yang berbicara seperti ini cenderung memiliki kosakata dan kemampuan komunikasi yang terbatas.)
Menyusun aturan berbagi informasi dalam tim juga merupakan langkah yang efektif.
3. Menumpahkan tugas-tugas sepele kepada orang lain
-
Sikap: Menyerahkan tugas-tugas seperti membersihkan dan merapikan kepada junior, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
-
Tindakan yang Dapat Dilakukan: Tetapkan aturan tim dengan jelas, seperti “tugas-tugas rutin dilakukan secara bergiliran” dan “dibagi rata di antara semua anggota”. Jika atasan atau pemimpin yang membagikan peran, beban yang dipaksakan kepada anggota akan berkurang.
4. Tidak bisa membaca suasana dan justru menonjol secara negatif
-
Sikap: Saat rapat atau saat istirahat, hanya dia yang berbicara dengan suara keras atau menceritakan hal-hal yang tidak relevan untuk pamer.
-
Tindakan yang Dapat Dilakukan: “Pak/Bu 〇〇, tolong tangani masalah ini,” dengan memberikan tugas dan menempatkan seseorang pada posisi yang bertanggung jawab, terkadang justru membuatnya menjadi lebih tenang.
5. Jangan mengerjakan tugas yang tidak Anda pahami
-
Sikap: “Itu bukan tanggung jawabku,” “Aku tidak tahu, tanyakan saja ke orang lain,” katanya sambil mengelak.
-
Tindakan yang Dapat Dilakukan: Percayakan tugas kecil dan katakan, “Tolong selesaikan sampai di sini saja,” untuk menetapkan batasannya.
Meskipun motivasi untuk berpartisipasi cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya pengalaman sukses, mereka tetap enggan mengambil risiko.
✅ Orang seperti ini cenderung “terikat pada masa lalu” dan “sangat menginginkan pengakuan”.
Kiat untuk mengatasinya adalah,
-
Pertama-tama, saya akan memberikan sedikit pengakuan dulu sebelum masuk ke topik utama (agar keinginan untuk diakui sedikit berkurang, hehe)
-
Ajukan pertanyaan secara spesifik (karena ada yang mungkin tidak mengerti, jadi pastikan untuk menanyakannya berulang kali)
-
Membangun sistem secara tim untuk mencegahnya (jangan biarkan dilakukan oleh satu orang saja atau membuatnya terisolasi)
-
Memberikan peran yang penuh tanggung jawab untuk mengubah perilaku (semakin tua, semakin sulit)
-
Membangun kesuksesan-kesuksesan kecil (jika kondisinya sudah parah...)

Meski begitu, berhadapan dengan orang seperti ini sungguh merepotkan.
Orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan ingin orang lain hanya memperhatikan dirinya saja sungguh sangat mengganggu.
Kalau berhasil, itu berkat diri sendiri; kalau gagal, itu kesalahan orang lain.
Begitu terjun ke dunia kerja, kita harus bergaul dengan pria dan wanita paruh baya yang tingkah lakunya sulit dimengerti seperti ini.
Meski begitu, itu juga bagian dari pembelajaran tentang masyarakat, ya w (neraka)
Menurut saya, menangani orang-orang seperti ini dengan baik juga merupakan tugas seorang pengawas lapangan dan tugas seorang mandor.
Namun, harap berhati-hati karena orang yang hanya banyak bicara tanpa memiliki keterampilan yang memadai akan tersingkir.
Kalau mau bilang, lakukan saja! Kalau nggak bisa, jangan bilang!
Sebaliknya, orang yang disukai adalah
Jangan menceritakan kisah-kisah heroik dari pekerjaan sebelumnya (hal yang paling menjengkelkan di dunia)
Jangan ragu untuk meminta bimbingan kepada orang yang lebih muda (sikap rendah hati itu disukai)
Menyelesaikan tugas-tugas rutin seolah-olah itu urusan sendiri (mampu bekerja dengan baik)
Mampu membaca suasana dan berbaur secara alami (pandai menilai situasi)
Sikap yang tidak berhenti belajar bahkan setelah jam kerja berakhir (hingga suatu saat menjadi orang yang paling berpengetahuan di antara semua orang)
Anda ingin menjadi seperti apa?
Dengan membayangkan diri Anda seperti apa yang ingin Anda wujudkan, ada kemungkinan Anda akan perlahan-lahan mendekatinya!
Mari kita lakukan dengan penuh kesadaran!
Sampai jumpa lagi.



