Halo semuanya.
Ini Enta.
Sejak akhir tahun lalu, telah terjadi kontroversi di dunia maya di kalangan industri kesehatan.
Selain itu, ada cukup banyak kontroversi di bidang medis yang terjadi, hehe
Nah, Anda pasti berpikir bahwa hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan industri kita, bukan?
Saat berbincang dengan seorang dokter yang saya kenal (T) beberapa hari yang lalu, saya pun berpikir, “Oh, begitu!”

Sambil melihat data yang sudah tidak asing lagi ini, T-san itu berkata,
Konon, IQ dokter berkisar sekitar 110, dan kabarnya ada cukup banyak yang nilainya lebih tinggi dari itu.
Di antara semuanya itu, saya merasa jumlah dokter peneliti dan sejenisnya tampaknya lebih dari 120 orang.
Dan, kalau sudah melebihi itu, katanya kita nggak bakal bisa saling ngerti, hahaha (pendapat pribadi Pak T)
Intinya, ada sekelompok orang tertentu yang tidak bisa diajak berkomunikasi, baik dengan pihak atas maupun pihak bawah.
Di industri konstruksi kami pun tentu saja ada.
Berapa kali pun aku bilang, dia tetap melakukan kesalahan yang sama, dan berapa kali pun aku jelaskan, dia tetap nggak ngerti w
Asal demi kepentingannya sendiri, dia tidak peduli apakah itu kejahatan atau apa pun.
Orang yang hanya mementingkan diri sendiri, yang hanya memikirkan dirinya sendiri.
Konon, hal ini juga berlaku bagi orang-orang yang terlalu tinggi.
Dulu, saat mengikuti tes IQ, skor saya sekitar di bawah 100, jadi saya rasa itu sangat biasa saja. (Hasilnya bisa bervariasi tergantung tesnya)
Ini hanyalah angka statistik, jadi tidak bisa dikatakan berlaku untuk semua kasus.

Kalau dilihat dari industri kita, sepertinya posisi atas banyak diisi oleh konsultan konstruksi seperti insinyur profesional, hehe.
Ada orang yang omongannya nggak ngerti (saya nggak bisa paham) www
Dan, di bawah ini banyak banget kontraktornya www
Kalau boleh dikatakan, saya merasa hal ini lebih sering terjadi pada kami, para kontraktor, daripada pada perusahaan kontraktor utama.
Tapi, kenyataannya di setiap industri pasti ada orang-orang yang merepotkan, hehe.
Di sektor apa pun, baik sebagai kontraktor utama maupun subkontraktor, proporsinya tetap sama.
Bahkan di kalangan kontraktor utama, pasti ada orang yang bikin kita berpikir, “Ah, aku nggak suka orang itu,” atau “Nggak ngerti deh, ya,” kan?
Di kantor pemerintah juga ada, kan?
Termasuk kontraktor umum.
Pada akhirnya, sama saja.
Apakah semua orang, di industri mana pun, juga punya masalah besar (?) yang sama, tapi tetap bisa mengatasinya dengan baik? www
Setelah mendengar cerita ini, saya benar-benar merasa bahwa perusahaan itu memang soal keseimbangan.
Setiap orang memiliki posisi.
Bagaimana cara bekerja sambil tetap memahami posisi diri sendiri?
Jika Anda bisa menyadari hal itu saja, Anda pasti bisa bekerja dengan nyaman.
Jika Anda benar-benar cocok dengan posisi itu.
Baik sisi baik maupun buruknya, itulah perusahaan dan tim, bukan?
Mari kita perbaiki kelemahannya!
Mari terus kembangkan kelebihan-kelebihan kita!!
Setiap orang memang memiliki sisi baik dan buruk yang saling melengkapi.
Sampai jumpa lagi.



