Para Pria Paruh Baya, Ciptakanlah Sainganmu | Tantangan di Usia Paruh Baya

Halo semuanya.

Ini Enta.

Hari ini adalah ujian tahun pertama bagi peserta program magang keterampilan asal Vietnam angkatan ke-2!

Hasil Uji Kemampuan untuk Peserta Magang Keahlian dan sejenisnya (Bagian 1)

Tahun lalu, saya juga mengikuti ujian angkatan pertama di tempat yang sama.

Tahun ini kami pun memiliki cukup kelonggaran, dan angkatan kedua juga sudah cukup mapan, sehingga saat ini kami merasa tenang.

 

Konon, ada juga orang yang sudah ingin pulang ke negara asalnya, atau yang sudah muak dengan pekerjaannya karena terus-menerus dimarahi di kantor, sehingga mereka mengerjakan ujian dengan asal-asalan dan sengaja gagal.

Rasanya memang menyedihkan, ya, ketika sudah bosan dengan pekerjaan dan satu-satunya cara untuk pulang adalah mengikuti ujian tanpa persiapan yang matang.

Memang benar, di lokasi kerja lain cukup sering terlihat pria paruh baya yang membentak orang Vietnam.

berteriak

Bahkan, dia berbicara dengan cepat dan berisik.

Seberapa keras pun Anda berteriak, hal itu tidak akan dimengerti oleh orang yang tidak mengerti bahasa Anda, bukan?

Tapi, kesannya kan cuma ada seorang pria paruh baya Jepang yang sedang berteriak-teriak, ya? Berteriak-teriak itu hanya demi kepentingannya sendiri.

 

Bagaimana perasaan Anda jika orang yang dimarahi itu adalah diri Anda sendiri?

Menurut Anda, apakah ada hal yang bisa dipelajari saat dimarahi habis-habisan?

Lalu, apakah Anda bisa bekerja dengan perasaan yang baik??

 

Seandainya orang ini orang Jepang, dia pasti langsung mengundurkan diri dari perusahaan atau bahkan menggugat perusahaan atas pelecehan di tempat kerja.

Namun, mereka adalah peserta program pelatihan keterampilan asal Vietnam yang berada dalam posisi yang sangat rentan.

Mereka tidak punya pilihan selain dipecat dan pulang ke negara asal, atau bertahan. Lagipula, meskipun pulang ke negara asal, mereka masih memiliki utang yang harus dilunasi sebelum bisa menjadi peserta program magang keterampilan.

Bagaimana jika itu terjadi pada diri Anda sendiri?

 

Kalau di Jepang, bisa dibilang mirip dengan sistem magang setelah perang.

Saya bertanya-tanya, apa bedanya antara drama TV terkenal “Oshin” dengan para peserta magang keterampilan asal Vietnam saat ini?

Mari kita sadari bahwa bukan hanya pria paruh baya yang berteriak-teriak itu yang sedang putus asa.

Orang Vietnam juga bekerja dengan sungguh-sungguh, begitu pula orang Jepang.

Mengajar

Cobalah memikirkannya dari sudut pandang Anda sendiri.

Misalnya, bagaimana Anda ingin saya menjelaskannya?

Bagaimana cara mengajarkannya agar saya senang, bersemangat, dan mudah mengingatnya?

1. Apakah Anda ingin dibiarkan sendiri?

2. Apakah Anda ingin saya selalu menemani Anda dan mengajari Anda?

3. Apakah Anda hanya ingin bertanya saat tidak mengerti?

4. Apakah Anda hanya ingin diberi tahu saat terjadi kesalahan?

5. Apakah Anda ingin diberitahu terlebih dahulu tentang semua hal yang akan dilakukan mulai sekarang?

 

Tentunya, setiap orang pasti memiliki keinginan yang berbeda-beda.

Bagi yang tidak tahu cara mengajar, pertimbangkan dulu: bagaimana cara yang membuat Anda sendiri mudah mengingatnya?

Coba bayangkan bagaimana Anda ingin diajari.

Pasti ada petunjuk di sana.

 

Cukup dengan mempraktikkannya saja, potensi anak-anak muda akan tumbuh dengan baik.

Memang ada beberapa pengecualian yang sepertinya hatinya sudah busuk, tapi ya sudahlah, w

 

Pertama-tama, mari kita mulai dengan tidak berteriak atau bersikap sombong di tempat kerja.

Menganggap bahwa karena diri sendiri dibesarkan seperti itu, maka orang lain pun harus diperlakukan demikian, adalah bukti bahwa seseorang masih belum matang.

 

Agar dapat mengembangkan diri sendiri, alangkah baiknya jika kita bisa mendidik orang lain sambil tetap menghormati mereka, bukan?

Jika Anda menciptakan saingan bagi diri sendiri, mungkin Anda akan melihat sesuatu yang baru.

Sangat direkomendasikan terutama bagi Anda yang merasa pekerjaan Anda mulai terasa monoton belakangan ini!

 

Sampai jumpa lagi.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses