Halo semuanya.
Ini Enta.

Apakah belakangan ini jumlah orang yang merasa kesal di tempat kerja semakin bertambah?
Panas sekali!
Panas dan lembap!
Keringat masuk ke mata!
Masker juga bikin gerah!
Jadi, kalau terjadi kesalahan kerja… bukankah Anda tanpa sadar langsung berteriak, “Hei!”?
Tapi itu,Penyebabnya bukan “kamu”, melainkan “suhu udara”Katanya begitu!!!.
Saat aku sedang mencari tahu kenapa kita jadi mudah kesal saat cuaca panas, ternyata muncul beberapa makalah dan data tentang hal itu, haha.
🧠Fakta bahwa orang lebih mudah marah saat cuaca panas!!
Otak manusia adalahAkibat panas atau dehidrasi
“Rem emosi” menjadi melemahbegitulah.
Dengan kata lain, bahkan dalam situasi yang biasanya bisa ditahan dengan baik, rasa kesal lebih mudah meledak karena cuaca panas.
Terutama para mandor dan kepala tukang harus lebih waspada.
Meskipun berteriak bisa membuat kita merasa lega, suasana di tempat kejadian jadi terasa… hening.
Terutama para peserta program magang keterampilan dan pemuda-pemudi dengan status keterampilan khusus tidak boleh dijadikan sasaran!!!

👷♀️3 Prinsip “Manajemen Keselamatan Mental” di Lapangan
-
Waktu istirahat adalah waktu untuk mengisi kembali “cairan dan semangat”
→ Meskipun kita berpikir, “Jangan cuma minum saja, tapi coba juga bercanda untuk mencairkan suasana!”, tetap saja ada bagian di mana kita berpikir, “Tapi kalau yang mengatakannya adalah orang yang tidak kita sukai...” w -
Jika merasa akan marah, “tunggu 2 detik”
→Cukup dengan mempertimbangkan, “Apakah perlu mengatakannya sekarang?”, Anda akan menjadi lebih tenang. Ini sangat penting!! Sangat penting!! Tunggu sejenak sebelum berteriak!! -
Yang paling kepanasan adalah para “pemula” atau ”anak muda”. Para pria paruh baya pasti sudah terbiasa!
→ Ketegangan × Panas = Neraka. Kata-kata yang lembut terkadang bisa menyelamatkan nyawa!

🔎 Alasan mengapa cuaca panas dapat membuat seseorang lebih mudah marah
① “Kemampuan mengendalikan emosi” otak menurun
- Akibat cuaca panasSuhu tubuh meningkat, dan fungsi area prefrontal otak menjadi melambatHal ini telah diketahui.
- Korteks prefrontal adalah area yang mengatur “akal sehat”, “kesabaran”, dan “pengendalian emosi”, dan,Jika fungsi ini menurun, seseorang akan lebih mudah merasa kesal。
📖 Sumber: McEwen, B. S. (2007). Fisiologi dan neurobiologi stres dan adaptasi.
> Disebutkan bahwa dalam lingkungan bersuhu tinggi, suhu otak akan meningkat, yang berdampak buruk terutama pada fungsi korteks prefrontal (pengambilan keputusan, pengendalian diri, pengendalian emosi, dan sebagainya). Hal ini menyebabkan kesulitan dalam mengendalikan emosi, sehingga meningkatkan risiko mudah marah.
② Panas = stres fisik ⇒ memicu agresivitas
- Cuaca panasStres fisikMerupakan salah satu jenisnya, dan manusia cenderung mengalami **reaksi “melawan atau melarikan diri (fight or flight)”** saat berada di bawah tekanan.
- Reaksi ini merangsang sistem saraf simpatik, danKemarahan dan agresivitas cenderung meningkat。
📖 Sumber: Anderson, C. A., & Anderson, K. B. (1996). Studi tentang tingkat kejahatan kekerasan dalam konteks filosofis: Pendekatan pengujian destruktif dalam penelitian mengenai panas dan agresi.
> Penelitian ini melaporkan adanya kecenderungan statistik yang menunjukkan bahwa ketika suhu udara meningkat, tingkat kejahatan kekerasan juga ikut meningkat. Disebutkan bahwa kenaikan suhu udara dapat menjadi sumber stres fisik yang berpotensi memicu perilaku agresif.
③ Hasil eksperimen juga menunjukkan adanya kecenderungan bahwa “cuaca panas = mudah marah”
- Jika peserta eksperimen dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang berada di ruangan sejuk dan yang berada di ruangan panas, dan kemudian dibandingkan,Di ruangan yang panas, seseorang cenderung menilai orang lain dengan lebih ketat dan menunjukkan reaksi yang lebih mudah marahHasil penelitian tersebut telah dipublikasikan.
📖 Sumber: Kenrick, D. T., & MacFarlane, S. W. (1986). Suhu lingkungan dan bunyi klakson: Sebuah studi lapangan mengenai hubungan antara panas dan agresi.
> Survei lapangan yang menunjukkan bahwa semakin panas cuacanya, semakin sering klakson dibunyikan
Sampai jumpa lagi.



