Halo semuanya
Ini Enta.

Pekerjaan tersebut tidak dapat dilaksanakan.
Pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan.
Secara psikologis, dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi, semuanya dimulai dari sini, bukan?
Lalu, untuk saat ini, saya akan menyebutkan alasan-alasan mengapa hal itu tidak mungkin.
Mengapa hal itu tidak mungkin?
Inilah awal dari segala kemungkinan, hehe
Saya rasa ketika kalian menghubungi perusahaan atau atasan, kalian mungkin terdengar seperti sedang mencari-cari alasan. (Artinya, ada juga orang yang seperti itu.)
“Ah, jadi nggak bisa, karena ini, tapi, kan, jadi… dan seterusnya”
Jadi, reaksi perusahaan itu seperti, “Jangan cari-cari alasan, langsung kerjakan saja,” kan? w
Mungkin aku juga akan berpikir begitu.
Namun, jika kita mencoba mengubah cara mengatakannya, sangat mungkin reaksi atasan maupun reaksi kita sendiri akan berubah.
Pertama-tama,Jangan pernah mengatakan bahwa kamu tidak bisaBegitulah w
Yah, boleh saja sih, tapi agak sulit dilakukan atau biayanya mahal.
Cobalah ubah cara mengatakannya menjadi seperti ini.
Dengan begitu, pembicaraan akan berjalan lebih lancar, dan,
Konon, jika sejak awal dikatakan bahwa seseorang tidak mampu melakukannya, hal itu terkesan seolah-olah orang tersebut ingin menolak. (Psikologi manusia)
Sebenarnya, saya telah menempelkan label “tidak bisa” pada lingkungan kerja saya sendiri.
IniEfek pelabelanDemikianlah,
Misalnya, anggaplah ada seseorang yang berkata kepadamu, “Kamu nggak bakal bisa!”
Konon, hal itu membuat seseorang tanpa sadar meyakinkan diri sendiri bahwa ia tidak mampu melakukannya.
Artinya, Anda akan dicap.
Meskipun tidak bisa ditempel di lokasi proyek ini (haha), karena saya sendiri sudah memberi label pada lokasi proyek ini,
Saya merasa semuanya tidak berjalan sesuai harapan. Saya jadi berpikir begitu.
Dan, itu benar-benar melelahkan, lho.
Kesulitan yang harus dihadapi meskipun merasa tidak mampu melakukannya.
Itulah yang namanya stres!

Saat berbicara, mari kita lanjutkan pembicaraan dengan mengedepankan alternatif-alternatif seperti “jika dilakukan seperti ini, hasilnya akan lebih baik”.
Kalau setelah mencoba-coba di lapangan ternyata tidak berhasil, ya sudah, tidak bisa dihindari.
Betapapun sulitnya lokasi kerja atau rekan kerja,Ungkapan favoritnya adalah “Bisa, bisa!”
Meskipun tidak bisa mengatakan hal ini, sikap “meski suka mengeluh, tapi di lapangan tetap mengerjakannya dengan rapi!” juga tidak masalah.
Di lokasi kerja yang berat, siapa yang nggak pengen ngeluh, sih! w
Masalah di lapangan biasanya memang cenderung menuju penyelesaian, tapi masalahnya ada pada anggotanya, kan? w
Terkadang kita memang harus membawa anggota yang sulit, bukan?
Tapi, itu sudah jadi ujian, sih w
Itulah posisi Anda!
Harap Anda dapat mengatasinya.
Alasan seperti “karena anggota ini begini, karena anggota itu begitu” tidak bisa dijadikan alasan.
Anda akan menjalankan proyek tersebut sambil terus mengembangkan tim.
Itulah sebabnya pekerjaan di lapangan terus berjalan.
Kita tahu kan bahwa pada dasarnya, apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan di lapangan itu sebenarnya tergantung pada niat kita saja? w
Itu hanya perasaan para pekerja yang sedang mengerjakan proyek di lapangan.
Mari kita jalani dengan semangat “Bisa, pasti bisa”!!
Mari kita tempelkan label “Aku bisa, aku mampu!” pada diri kita sendiri!
Sampai jumpa lagi.



