Halo semuanya.
Ini Enta.
Ini kelanjutan dari postingan beberapa hari yang lalu.

Sebenarnya, saya belum pernah mengikuti semua ujian tersebut, tetapi saya akan menulis berdasarkan apa yang saya pelajari di sekolah dan pengalaman yang saya lihat di ruang ujian.
Jadi, jangan kira aku tahu semuanya, ya www (alasan)
Dengan pengetahuan yang terbatas, saya berharap kali ini saya bisa meneliti ulang dan menjelaskannya kepada kalian semua sedapat mungkin dengan cara yang mudah dipahami ^^
Meskipun begitu, ini cuma sekadar hal yang “kalau tahu ya sudah cukup, kan?”, jadi boleh aja dilewatin aja... w
Jenis dan Metode Uji Pengukuran Gaya Geser
Uji geser satu bidang

Sampel tanah, pasir, dan sejenisnya yang akan diuji dimasukkan ke dalam wadah berdiameter 6 sentimeter dan tinggi 2 sentimeter, kemudian beban vertikal diberikan dari atas sambil bagian atasnya digerakkan dengan kecepatan tetap.
Mencatat hubungan antara perpindahan horizontal dan tegangan geser, serta hubungan antara perpindahan horizontal dan perpindahan vertikal
Uji kompresi satu sumbu・Uji kompresi tiga sumbu

Naikkan dudukan bagian bawah secara bertahap, lalu ukur perpindahan poros
Menghitung regangan poros berdasarkan perpindahan poros, serta menghitung tegangan poros berdasarkan beban poros

Uji tiga sumbu adalah uji yang arah kompresinya bertambah menjadi tiga titik.
Meskipun yang dilakukan sama, jenis sampelnya berbeda.
Pada uji satu sumbu, bahan yang digunakan adalah bahan yang lebih padat daripada tanah liat sehingga sampel dapat berdiri sendiri, sedangkan pada uji tiga sumbu, bahan yang digunakan adalah pasir.
Pengujian tanah yang telah dimodifikasi dilakukan melalui uji kompresi satu sumbu.
Uji Bane

Masukkan Blade ke dalam tanah sambil memutar-mutarnya dengan kuat.
Pada saat itu, panggil alat pengukur sudut dan alat pengukur gaya yang ada di bagian atas untuk mencatat hasilnya
Metode Uji Geser Baling-baling di Tempat JGS1411
Untuk informasi lebih lanjut, lihat ↑↑↑↑↑↑↑↑↑
Kekuatan tanah diukur dengan metode pengujian seperti yang disebutkan di atas.
Nilai yang diperoleh di sini adalah C (C) dan φ (Phi).

Jika gambar ini dituliskan dalam bentuk rumus, makaτ = C + σ tan φ Rumus ini disebut garis pemecahan Coulomb.
Gaya kohesi adalah gaya yang menyebabkan butiran-butiran tanah saling menempel satu sama lain akibat adanya air di sekelilingnya, dan semakin banyak butiran halus (partikel) dalam tanah, semakin besar pula gaya tersebut.
φ (phi) menunjukkan sifat di mana butiran-butiran sulit bergeser satu sama lain (gesekan), dan hal ini disebut sudut gesekan internal.
Ringkaslah “daya rekat” dan “sudut gesekan internal” iniKonstanta kekuatan tanah(disitsujōsuu).
Artinya, semakin besar beban yang diberikan, semakin sulit tanah tersebut tergelincir; sehingga semakin jauh ke dalam lapisan tanah asli, semakin kecil kemungkinan terjadinya pergeseran.
Sebenarnya masih ada banyak hal rumit lainnya, tapi kalau penasaran, silakan cari tahu sendiri, hehe.
Untuk saat ini, saya rasa ada baiknya Anda mengetahui hal-hal dasar ini.
Sekian dulu untuk kali ini, hehe
Sampai jumpa lagi.



