Halo semuanya.
Ini Enta.
Beberapa hari yang lalu, saya kebetulan punya kesempatan untuk pulang sebentar ke Kagoshima.
Aku baru saja bertemu dengan teman-teman sekelas dan adik-adik angkatan setelah sekian lama.
Ada juga yang bertemu lagi setelah puluhan tahun, jadi suasananya lumayan seru sih www
Lalu, terjadi sesuatu yang sangat membuat saya penasaran.
Teman sekelasku menceritakan kisah yang sama sebanyak tiga kali, lol
Pertama kali itu, saya mendengarnya sambil berpikir, “Oh, begitu ya~”.
Saat yang kedua, saya berpikir, “Hah? Bukankah tadi juga sudah bilang begitu?”
Saat yang ketiga datang, aku pun akhirnya berpikir, “Ini, bukankah ini agak gila?” w
Orang tersebut sama sekali tidak menyadari hal itu.
Bahkan ceritanya pun sama persis dan wajahnya juga sama lol
Rasanya kayak mau ketawa, tapi nggak bisa ketawa, paham nggak sih? www

Saat menyadari, “Eh, aku juga?”
Awalnya, dia tertawa, lho.
Namun, di dalam pesawat saat pulang, tiba-tiba saya teringat.
“……Aku juga belakangan ini sering lupa nama orang… Begitu menelepon, langsung lupa… Kalau begitu, apa sih yang masih bisa aku ingat??”
Di tempat kerja juga, rasanya semakin sering mendengar kalimat, “Eh, itu, apa ya?” w
Nama alat, nomor kode bahan, dan sebagainya.
Setiap kali menelepon, saya selalu langsung berpikir, “Eh, apa sih yang mau saya tanyakan tadi?”!
Ini, nggak bisa ketawa, ya. (Serius deh, percakapan antar pria paruh baya itu memang terus-terusan ngomongin hal-hal kayak gitu...)
Meskipun aku menertawakan teman sekelasku, ternyata aku sendiri juga perlahan-lahan menuju ke arah itu juga, hahaha.
Lalu, apakah ini sekadar “penuaan”?
Atau, apakah ada penyebab lain?
Akhirnya aku jadi penasaran dan mulai mencarinya, hehe

“Lupa” bukan hanya akibat penuaan. Apa yang sebenarnya terjadi pada otak?
Coba cari di internet dan lihat hasilnya, deh w
“Ingatan” itu, di otakHipokampusKonon terletak di bagian tersebut.
Di dalam otak, terdapat organ kecil yang bentuknya mirip gurita.
Konon, informasi baru tersebut akan disimpan sementara terlebih dahulu, lalu diubah menjadi memori jangka panjang.
Dalam konteks lapangan, bayangkan seperti ini: “Catat nilai slump truk beton siap pakai, lalu tuliskan di dokumen nanti.”
Hipokampus berperan sebagai “penyimpan catatan sementara” tersebut.
Lalu, bagaimana hal ini akan berkembang seiring bertambahnya usia?
Sel-sel saraf di hipokampus akan berkurang sedikit demi sedikit setiap tahunnya setelah usia 40-an.
※Laporan Penelitian Pusat Penelitian Medis Kesejahteraan Lansia Nasional mengenai Penuaan dan Perubahan Otak
Jika jumlah “petugas pencatat sementara” berkurang, tentu saja catatan akan terlewatkan.
Saya tidak bisa mengingat apa yang baru saja saya bicarakan.
Jadi, aku akan mengulangi apa yang baru saja kukatakan tadi.
Kita tidak bisa menyalahkan teman sekelas, kan?
Ini sebenarnya tentang cara kerja otak.

“Lupa karena ceroboh” dan “demensia” adalah dua hal yang berbeda
Ada cerita yang agak gila nih, hehe
“Mengulangi cerita yang sama” tidak selalu berarti “demensia”.
Secara medis, terdapat perbedaan-perbedaan berikut ini.
【Kehilangan ingatan akibat penuaan】
Jika ditegur, “Eh, apakah aku sudah bilang itu tadi?”, aku bisa mengingatnya dan berpikir, “Ah, mungkin saja aku sudah bilang!”
Pengalaman itu sendiri masih ada. Hanya saja, “waktu pencatatan”nya tidak sesuai.
【Gangguan memori akibat demensia (seperti Alzheimer, dll.)】
Bahkan fakta bahwa "dia telah mengatakannya" pun telah lenyap.
Seringkali, meskipun sudah ditunjukkan, mereka justru menyangkal dengan mengatakan, “Tidak, aku tidak pernah bilang begitu!”
Pengalaman itu sendiri tidak tercatat dalam ingatan.
Teman sekelasku itu sambil tertawa berkata, “Ah, bener juga ya w”, jadi ya, maksudnya yang pertama itu w
Namun,Keduanya memiliki kesamaan bahwa “membiarkannya begitu saja” adalah hal yang paling burukSaya sedang melakukannya.

Bukan hanya penuaan yang menjadi penyebabnya. Pekerjaan lapangan mungkin juga memengaruhi daya ingat
Hal yang paling menyentuh hati saya secara pribadi adalah bahwa penurunan daya ingat tidak hanya disebabkan oleh usia saja.
Sebaliknya,Gaya hidup dan lingkungan kerjaKonon hal itu sangat berpengaruh.
Secara spesifik, tampaknya faktor-faktornya adalah sebagai berikut.
① Kurang tidur kronis
Pengorganisasian dan penguatan memori terjadi saat tidur.
Terutama selama fase “tidur non-REM (tidur nyenyak)”, terjadi transfer memori dari hippocampus ke korteks serebral.
Jika kurang tidur, proses transfer ini tidak akan berjalan dengan sempurna.
※ “Tidur dan Memori”
Kami mulai bekerja pagi-pagi sekali di lokasi.
Bangun jam 5 pagi adalah hal yang biasa.
Jadi, kadang-kadang aku bahkan tetap terjaga sampai pukul 11.12 malam sambil memikirkan persiapan di lokasi kerja!?
Wajar saja kalau daya ingatmu menurun.
② Stres dan kelelahan kronis
Diketahui bahwa jika kadar hormon stres (kortisol) tetap tinggi dalam jangka waktu lama, sel-sel saraf di hippocampus akan mengalami kerusakan.
Tekanan di lapangan, manajemen proses, cuaca, kualitas, keselamatan, pengaturan jadwal para pekerja terampil… Jika harus menanggung semuanya sendirian, stresnya pasti luar biasa, bukan?
Terutama sang sutradara!!
③ Kurang berolahraga
Telah diketahui bahwa berolahraga dapat memicu pembentukan sel-sel saraf baru di hippocampus.
※Peningkatan volume hipokampus akibat latihan aerobik
Banyak orang yang meskipun menggunakan tubuhnya di tempat kerja, namun hal itu tidak dianggap sebagai “olahraga”.
Olahraga aerobik itu penting.
Sepertinya tidak cukup hanya dengan “mengangkat barang berat dan berjalan”,
Konon, jika melakukan latihan kardio secara teratur, tubuh akan mengeluarkan zat yang membantu pertumbuhan sel-sel saraf di otak.

Mengulang cerita yang sama tiga kali, apa yang tersembunyi di baliknya!?
Saat ini, dia bekerja sebagai pegawai kantoran dan kelihatannya cukup sibuk.
Sepertinya dia tidurnya tidak lama, minum alkohol secukupnya, dan sepertinya tidak berolahraga secara khusus.
Ini bukan cuma soal usia aja.
“Akibat dari kebiasaan hidup yang terus menumpuk”Namun, saya rasa hal itu muncul sebagai bagian dari daya ingat.
Jadi, saat itu juga aku nggak bisa bilang, “Kamu tadi juga udah bilang, kan?” www
Saya mencoba membaca suasana dan mendengarkannya begitu saja, hehe
Namun, setelah pulang, saya akan menulis tentang hal ini di artikel berikutnya, dengan pemikiran, “Ini bukan sekadar urusan orang lain bagi saya.”
Secara spesifik, apa saja yang efektif untuk meningkatkan daya ingat?
Apa saja langkah-langkah yang bisa dilakukan sambil tetap bekerja di lapangan?
Belum terlambat meski sudah berusia 40-an atau 50-an, di postingan berikutnya saya akan menulis hasil penelitian yang sudah saya lakukan dengan teliti! w
Apakah ada orang seperti itu di sekitar kalian?
Pria paruh baya yang terus-menerus mengulang cerita yang sama... w
Sampai jumpa lagi.



