Halo semuanya.
Ini Enta.
Apakah Anda tahu berapa banyak peserta magang keterampilan dan pekerja asing yang saat ini bekerja di Jepang?
Saya telah menelusuri sekilas situs Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan.
Jumlah totalnya adalah 2.300.000 orang.
| Kebangsaan・Wilayah | Jumlah pekerja asing (orang) | Persentase (%) | Jumlah peserta program magang keterampilan (orang) |
|---|---|---|---|
| Vietnam | 570,708 | 24.8% | 223,291(50.6%) |
| Tiongkok | 408,805 | 17.8% | 35.304 (7–7,5%) |
| Filipina | 245,565 | 10.7% | 42,365(9.0%) |
| Indonesia | 169,539 | 7.4% | 74,879(17.4%) |
| Myanmar | 114,618 | 5.0% | 28714(6.1%) |
*Per akhir Oktober 2024 (Sumber:Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan、JETRO)
Jumlah peserta program magang keterampilan di seluruh Jepang adalahSekitar 470.725 orang
Persentase peserta magang tercantum di bawah ini
-
Vietnam: sekitar 50,61 TP3T
-
Indonesia: sekitar 17,41 TP3T
-
Filipina: sekitar 9,01 TP3T
-
Tiongkok: sekitar 7,41 TP3T
-
Myanmar: sekitar 6,11 TP3T
Dulu banyak orang Tionghoa, tapi sekarang kebanyakan orang Vietnam, hehe.
Ternyata data peserta magang tidak ada, jadi saya mencarinya.
Tapi yang muncul cuma persentasenya aja, jadi harus dihitung manual lol

Wah, jumlahnya memang luar biasa, ya.
Selain itu, ketika saya mencoba mencari tahu tentang tingkat kejahatan dan sebagainya, ternyata tidak ada data yang memadai.
Namun, berdasarkan statistik penangkapan, tingkat kejahatan yang dilakukan oleh pekerja asing (serta warga asing yang tinggal di Jepang) berkisar antara sekitar 1 hingga 21 TP3T.
Selain itu, tingkat kejahatan di kalangan warga Jepang juga sekitar 1 persen.
Meskipun ada berbagai jenis kejahatan, secara umum angka kejahatannya memang rendah di seluruh dunia.
Jadi, apakah orang asing yang datang ke Jepang juga tidak lagi melakukan kejahatan karena terpesona oleh keindahan Jepang?
Saya jadi berpikir, “Jadi begitulah?” (Apakah saya terlalu optimis?)
Ketika pergi ke luar negeri, kejahatan itu hal yang biasa, dan,
Di Kenya beberapa hari yang lalu, jembatan besi bahkan digergaji dengan gas dan gergaji listrik lalu dicuri! Hal seperti itu sudah menjadi hal yang biasa terjadi.
Di Jepang, hal seperti itu hampir tidak pernah terjadi, bukan?
Yah, kalau kita anggap bahwa orang-orang jahat itu hanya sekitar 1%, maka Jepang memang benar-benar damai dan tingkat kejahatannya rendah.

Di Mesir pun, kalau ada kesempatan, orang-orang pasti mencuri barang, dan begitu melihat orang asing, yang mereka katakan hanyalah “beri uang” lol
Sungguh bikin kesal, ya? w
Baru-baru ini, saat melihat wisatawan asing yang datang ke Jepang, saya jadi berpikir.
Di luar negeri, semua orang memakai ransel di depan!
Itu karena bisa jadi korban pencopetan atau tasnya digunting dan isinya dicuri.

Tapi, semua orang asing yang datang ke Jepang itu membawa ransel di punggungnya, hehe.
Kamu benar-benar terlena dalam kedamaian, ya? w
Tapi, kan ada pepatah, “Di mana bumi, di situ langit”~
Hanya dalam beberapa minggu sejak tiba di Jepang, dia sudah jadi begitu santai.
Artinya, ini soal lingkungan!
Ada banyak peserta magang keterampilan yang berada di daerah-daerah yang sulit.
Meskipun hidupnya dulu sangat sulit di sana, begitu tiba di Jepang, hidupnya menjadi lebih santai.
Seseorang bisa menjadi apa saja, tergantung lingkungan tempat ia berada!
Coba pikirkan baik-baik. (Misalnya)
Setelah pulang kerja, merasa lelah, mandi, minum bir, lalu tidur.
Setelah pulang kerja dan merasa lelah, aku mandi, mengerjakan satu halaman soal latihan ujian sertifikasi, lalu tidur.
Cara untuk mengubah diri sendiri adalah dengan menerima diri sendiri di masa depan, dan cara untuk memuji diri sendiri habis-habisan adalah,
Itu ada di sana, tepat di depan mata, dan mudah dijangkau.
Di lingkungan seperti apa kita ingin menempatkan diri?
Apa yang ingin kamu lakukan sebagai dirimu di masa depan?
Dengan memiliki tujuan yang tinggi, agar meskipun pada saat itu kita membuat pilihan yang sedikit kurang ideal, kita tetap bisa berada di posisi yang cukup baik (yang masih bisa diterima).
Pada akhirnya, seperti yang sering dikatakan, “pertarungan melawan diri sendiri”
Tanpa disadari, hidup ini hanyalah pertarungan melawan diri sendiri, sedangkan musuh hanya muncul sekejap saja w
Jangan pedulikan musuh, mari kita fokus pada perjuangan melawan diri sendiri!!
Semoga tetap aman mulai besok!!!!
Sampai jumpa lagi.



