Hal yang Harus Diketahui oleh Ahli Lereng: Pembahasan tentang Gaya Adhesi c dan Sudut Gesekan Internal φ yang Sering Digunakan di Lapangan (Bagian 3)

Halo semuanya.

Ini Enta.

Hal yang Harus Diketahui oleh Para Ahli Lereng: Pembahasan tentang Gaya Adhesi c dan Sudut Gesekan Internal φ yang Sering Digunakan di Lapangan (Bagian 1)

Hal yang Harus Diketahui oleh Para Ahli Lereng: Pembahasan tentang Gaya Adhesi c dan Sudut Gesekan Internal φ yang Sering Digunakan di Lapangan (Bagian 1)

Sudut gesekan internal φ dan gaya adhesi C

Pada artikel sebelumnya, saya menulis tentang kekuatan tanah.

 

Nah, kali iniKita akan membahas lebih dalam mengenai daya rekat c (kN/m²).

Definisi daya rekat

Kohesi (cohesion, simbol: c) adalah besaran yang menggambarkan secara numerik gaya yang menyebabkan butiran tanah saling menempel satu sama lain.

Satuan ini dinyatakan dalam kN/m² dan merupakan indikator yang sangat penting dalam mengevaluasi karakteristik kekuatan tanah.

Semakin besar “daya rekat” ini, semakin sulit lereng atau permukaan galian runtuh; sebaliknya, jika dayanya kecil, tanah dan sedimen tidak dapat berdiri sendiri sehingga mudah runtuh.

 

Ilustrasi daya rekat

Tanah berpasir (pasir kering) → Daya rekat ≒ 0, teksturnya halus dan mudah hancur.

Tanah viskos (bertekstur liat) → Memiliki daya rekat yang tinggi, sehingga dindingnya mudah berdiri sendiri.

 

Misalnya, saat membuat “bola pasir” di kotak pasir, pasir yang kering tidak akan mempertahankan bentuknya, tetapi pasir yang mengandung air atau tanah liat akan mengeras.

Jadi, “sifat mengeras” inilah yang disebut daya rekat, ya.

Bola pasir

Arti angka-angka tersebut

Misalnya, jika c = 20 kN/m²,

Hal ini berarti tanah tersebut ditahan agar tidak longsor dengan gaya sebesar 20 kN (sekitar 2 ton) per 1 m² luas penampang geser.

 

Sebagai gambaran konkret, jika kita mempertimbangkan penampang geser seluas 1 m²,

Struktur ini memiliki “kekuatan tambahan” yang memungkinkannya menahan beban sebesar 20 kN ≒ 2.000 kgf (sekitar 2 ton) tanpa runtuh.

Kekuatan ini muncul sebagai ’komponen adhesi“ yang tetap ada meskipun ”tegangan efektif (σ’)” dan “sudut gesekan (φ)” bernilai nol.

 

Rumus kekuatan geser:=+σ′⋅tan

Di sini, meskipun σ’ = 0, τ = c, sehingga timbul gaya tahan sebesar 20 kN/m².

 

Secara desain, berdasarkan kriteria kegagalan Coulomb-Moll,

Kekuatan geser τ = c + σ’・tanφ (di mana σ’: tegangan efektif, φ: sudut gesekan internal) dievaluasi, dan c diperlakukan sebagai “komponen adhesi konstan” di dalamnya.

Uji Penghancuran Klon

 

Mengapa hal ini penting?

 

Perhitungan stabilitas lereng: Semakin besar gaya adhesi, semakin tinggi tingkat stabilitasnya.

Kelayakan pengeboran: Diperlukan untuk memperkirakan waktu mandiri.

Desain tanah dasar: Sangat penting untuk penilaian daya dukung dan kegagalan geser.

Secara khusus, di lapangan, menentukan apakah tanah tersebut merupakan tanah berpasir dengan daya rekat mendekati nol atau tanah liat dengan daya rekat yang tinggi merupakan hal penting pada tahap konstruksi.

 

Gaya adhesi c [kN/m²] = Gaya rekat yang dimiliki tanah.

Pada tanah berpasir nilainya hampir nol, sedangkan pada tanah liat nilainya besar.

Dalam rumus matematika, konstanta dalam “Rumus Mole-Coulomb”.

Hal ini merupakan persyaratan wajib dalam perhitungan stabilitas lereng.

 

Selain itu, sebagai seorang insinyur, hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa nilai c dapat berubah secara signifikan tergantung pada jenis tanah dan kadar airnya.

Itulah sebabnya kita mengerti betapa pentingnya menguras air, bukan?

 

Sampai jumpa lagi.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses