Halo semuanya.
Ini Enta.
Tepat di tengah-tengah libur tiga hari berturut-turut.
Aku masih di Shikoku seperti biasa w
Ini pertama kalinya dalam hidup saya menginap di Shikoku, dan Shikoku itu keren banget!!!!
Yang paling enak dari tempat ini adalah makanannya yang lezat!
Makanan lautnya luar biasa, dan udonnya enak banget!

Dan di era media sosial ini, kita bisa berinteraksi dengan orang yang baru pertama kali kita temui dan diajak ke tempat makan yang bagus.
Benar-benar, zaman sekarang ini adalah zaman yang indah.
Saat ini, jika kita mencarinya di internet, informasi yang tersedia sangatlah banyak.
Pihak yang menyebarkan informasi dan pihak yang menerima informasi.
Saat membagikan informasi, terkadang saya juga mendapat kritik, hehe
"Itu bohong," atau "Kamu nggak boleh ngomong gitu, kan."
Dia sendiri berdiri di tempat yang aman sambil melontarkan kritik.
Ya, awalnya memang saya tidak suka, tapi sekarang saya menganggapnya sebagai salah satu bentuk iringan musik tradisional.
Saya berpikir, “Kalau ada yang ingin dikatakan, sebaiknya langsung saja dikatakan secara langsung,” tapi ya, ada berbagai macam posisi yang harus dipertimbangkan, dan
Tidak apa-apa karena ada juga yang hanya sekadar melihat-lihat di internet, tapi kadang-kadang memang merepotkan w
Seharusnya saya sendiri juga menulis dengan lebih memperhatikan literasi masyarakat informasi, tetapi,
Lagipula, kalau menceritakan kejadian di lapangan secara apa adanya, pasti bakal jadi viral, kan? w
Dan sungguh tidak adil jika hal itu dianggap sebagai pemicu kontroversi.
Yah, karena saya melakukannya atas kemauan sendiri, saya juga menulis artikel ini dengan tanggung jawab penuh.
Bagi yang tidak ingin melihatnya, tidak usah melihat saja; dan mengkritik hanya karena pendapatnya berbeda dengan pendapat sendiri rasanya kurang tepat.
Masalah muncul karena kita tidak saling menerima.
Sama seperti koordinasi di lapangan, bukan?

Dalam rapat, kita saling mendengarkan pendapat satu sama lain untuk mencari solusi, bukan?
Artikel yang saya tulis ini juga hanyalah pengetahuan dan kiat dari lapangan.
Ini hanya soal membandingkannya dengan kondisi di lapangan dan cara berpikir kita sendiri, lalu memilih yang terbaik di situ.
Di era masyarakat informasi ini, saya berharap agar pemilihan metode dilakukan dengan cermat dan pekerjaan dilaksanakan dengan cara yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Artinya, apa yang saya tulis di sini bukanlah segalanya.
Saya hanya ingin Anda mengetahuinya sebagai salah satu pilihan saja, sih w
Sampai jumpa lagi.
(Karena ada yang menulis bahwa artikel saya ini bertujuan memicu kontroversi, jadi saya mencoba menanggapinya w)



