Halo semuanya.
Ini Enta.
Tadi aku berpikir, “Mungkin hujan sudah agak reda?” tapi ternyata hujan lagi...
Sungguh, situasi di lapangan benar-benar parah...
Untuk pengeboran lubang untuk jangkar dan sejenisnya memang tidak masalah, tapi yang terpenting adalah penyemprotan!
Di lokasi proyek yang kami masuki beberapa hari yang lalu, pekerjaan tanah mengalami penundaan yang berulang-ulang sehingga kami baru bisa mulai bekerja.
Bagian itu terbuat dari beton semprot.
Sepertinya selama sekitar satu minggu ke depan kita masih bisa bertahan dengan menutupi atapnya, tapi kalau setelah itu turun hujan, maka semuanya akan benar-benar...
Keluarlah www
Wah, meski sambil bilang, “Wah, ini parah banget,” tapi pekerjaan berikutnya tetap datang...
Jadwalnya sudah cukup pasti, jadi saya juga menyesuaikan jadwal kerja saya dengan itu.
Kamu ngerti, kan? Perasaan deg-degan ini w
Yah, karena bagaimanapun juga semuanya akan berjalan sesuai keadaannya, jadi saya katakan dulu saja: saya akan berusaha menjadi kontraktor utama juga, hehe.

Dan kini, akibat hujan yang berkepanjangan ini, telah terjadi longsor.
Sebelum proyek ini, kami telah melakukan pemasangan tulangan baja pada bagian atas di lokasi tersebut.
Tebing ini merupakan jalan sementara, namun beberapa waktu setelah pembangunan, muncul retakan memanjang.
Secara prinsip, retakan vertikal pada lereng sangat berbahaya, dan saya sudah berulang kali mengatakan bahwa kondisi di sini sangat berisiko sehingga sebaiknya diambil tindakan pencegahan.
Meskipun begitu, karena ini hanya jalan sementara, tentu saja tidak ada alasan untuk menghabiskan uang di sana, dan kali ini saya benar-benar terkesan.
Meskipun belum sampai pada tahap runtuh, pergeseran tampaknya berasal dari bagian yang lebih dalam daripada lokasi pemasangan tulangan baja (5 m). (Terdapat retakan di bagian atas lereng)
Kalau sudah begini, pilihannya tinggal membuang tanah, menahannya dengan rangka penahan, atau mengencangkannya dengan jangkar, kan?
Pada kenyataannya, teknik penyemprotan mortar dan beton memang terlihat stabil sekilas.
Padahal sama sekali tidak ada daya pencegah apa pun.
Jadi, pada akhirnya kita tidak akan mengambil tindakan apa pun.
Jaring kawat yang ada di dalamnya bukanlah jaring yang telah dihitung kekuatannya.
Ini semata-mata bertujuan untuk meningkatkan ikatan antara mortar dan tanah dasar.
Dan, pihak pemerintah daerah bilang kalau di lokasi ini cukup pakai karung pasir sebagai penahan tanah, hahaha
Saat ini sudah ditumpuk dua lapis, tapi menurut saya, setidaknya sebaiknya ditumpuk dua lapis lagi.
Kalau jalan di sini longsor, bukankah jadwal pengerjaan bakal benar-benar molor?? Apa-apaan ini??
Katanya, setelah pekerjaan utama selesai, mereka akan mengambil langkah-langkah tertentu, hehe.
Kalau proyek ini ambruk di sini, pekerjaan di lokasi ini pasti akan terhenti, ya~ Mungkin itu juga bisa jadi pilihan? w
Sambil memikirkan hal itu, saya pun berpikir, “Ya, biarlah mengalir saja.”
Teman-teman, harap berhati-hati terhadap retakan vertikal pada lereng.
Karena hujan sudah berlangsung cukup lama, harap waspada terhadap perubahan kondisi lereng.
Sampai jumpa lagi.



