Cara Membuat Produk | Proses Pembuatan Prototipe oleh Ahli Lereng

Halo semuanya.

Ini Enta.

Akhir-akhir ini saya sedang membuat sesuatu yang baru lagi.

Cara saya membuatnya adalah, pertama-tama membayangkan…… w (Orang-orang sering mengira saya sedang melamun.)

Melamun

Lalu, selanjutnya saya menuliskannya secara kasar dengan tangan.

Saya akan menjelaskan tulisan tangan tersebut sedikit demi sedikit secara lebih rinci.

Misalnya, mencoba membayangkan ukurannya dengan menggunakan penggaris, atau mengukur dengan skala saat kita merentangkan tangan dan mengatakan, “sekitar segini.”

Dengan melakukan hal ini, gambaran yang kita miliki akan menjadi lebih jelas.

 

Kemudian, gambarkan bentuk dua dimensi tersebut pada gambar teknik.

Itu yang biasa disebut 2D CAD. Jika gambaran awalnya sudah cukup jelas, kita bisa langsung mengubahnya menjadi 3D, tetapi,

Karena skala akan menjadi hal yang penting nantinya, akan lebih mudah di kemudian hari jika skala tersebut sudah ditetapkan dengan tepat dalam bentuk 2D.

Saat mengedit dalam 3D, Anda bisa dengan mudah melakukan perubahan sekecil apa pun. Namun, langkah awal sangatlah penting.

 

Selanjutnya, kita akan masuk ke tahap pengeditan 3D.

Sebenarnya, jika sudah dibuat dengan baik dalam format 2D, hal-hal tertentu bisa dibuat dengan mudah.

Sebelum 3DCAD menjadi umum, hal itu memang sudah biasa!

Kalau begitu, pasti Anda bertanya-tanya, “Lalu, apa gunanya membuatnya dalam 3D?” kan?

Pembuatan Cetakan 3D

Karena dibuat berdasarkan ukuran sebenarnya, kita bisa dengan mudah memeriksa apakah ada bagian yang saling bertabrakan atau ukurannya tidak sesuai.

Selain itu, kita bisa langsung membuat prototipe benda-benda menggunakan printer 3D. (Foto di atas adalah hasil yang gagal, hehe.) Ada banyak sekali yang seperti ini, hehehe.

Saya memang tidak sering mencetak menggunakan printer 3D kecuali jika desainnya sangat rumit, tapi alat ini sangat berguna.

Selain itu, karena dalam bentuk 2D sulit untuk menyampaikan suasana perakitan,

Sungguh praktis bisa menunjukkan hasil akhirnya dalam bentuk 3D seperti ini.

Dalam kasus saya, saya menggambar dalam 2D, lalu dalam 3D, dan karena ingin segera mengetahui suasananya, saya membuat model 3D (huruf D di sini berarti karton, hehe).

Dengan ini, kita sudah bisa mendapatkan gambaran umum tentang suasananya, dan kita juga akan menentukan cara pembuatannya serta pemilihan bahan di tahap ini.

Jika dibuat dengan 3DCAD, perubahan di kemudian hari bisa dilakukan dengan cukup mudah, jadi tidak masalah jika terjadi kesalahan pada tahap ini, berapapun kali pun.

Pembuatan 2D dan 3D

Saat membuatnya dari karton, hasilnya cukup kasar, hehe.

Saya membuatnya dari karton ketika sulit membayangkan bentuk 3D-nya.

Itu bukti kalau imajinasi dan kemampuan saya dalam membangun sesuatu masih kurang, ya w

 

Saya rasa, begitulah cara berbagai hal di dunia ini tercipta.

Jika kita memandang barang-barang yang tidak berguna sebagai pelengkap bagi barang-barang yang diperlukan, kita akan dapat memahami betapa berharganya barang-barang tersebut.

Jadi, intinya memang tidak ada yang sia-sia, ya~ w

 

Sampai jumpa lagi.

P.S. Kalau pengembangan ini berjalan lancar, mungkin saja produk ini akan sampai ke tangan kalian semua www

  1. 便利やさん berkata:

    Teknologi "D"nball ini luar biasa banget ya w... Apakah ini untuk menghemat 3DP...?

    • Hiburan エンタ berkata:

      Teknologi di sana benar-benar luar biasa! w
      Bukan berarti untuk menghemat 3DP, tapi kalau ingin segera membuat bentuknya, saya membuatnya seperti ini.
      Setelah itu, tergantung situasinya, kami akan langsung membuatnya dalam bentuk fisik.
      Dengan ukuran seperti ini, kalau pakai 3DP pasti butuh waktu cukup lama dan biayanya juga lumayan, ya w

  2. 便利やさん berkata:

    Mungkin saja “spacer penghijauan” itu juga terinspirasi dari Teknologi D... w

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses