Halo semuanya.
Ini Enta.
Apakah Anda bisa mengingat wajah dan nama orang tersebut?
Terutama para lansia!!! w

Wajahnya aku kenal, tapi namanya nggak kepikiran!
Bukankah sering terjadi begitu??
Saya sering sekali, sih.
Sudah begitu sejak awal usia 30-an. Saya berpikir, “Wah, ini tanda penuaan, ya~.”
Namun, rupanya kenyataannya tidak demikian.
Konon, kemampuan manusia dalam mengenali wajah sangat luar biasa.
Kalau hanya soal pengenalan wajah, konon sistem ini mampu mengingat ribuan wajah.
Hal ini karena, pada zaman ketika bahasa belum ada, manusia mengenali orang lain hanya berdasarkan wajah saja, sehingga,
Konon, fungsi otak tersebut telah berkembang.
Jadi, bahasa dan aksara yang muncul kemudian hanyalah tiruan saja.

Aku pernah bertemu orang ini di sana, tapi aku tidak bisa mengingat namanya!
Lalu, tanpa bisa mengingat (atau menanyakan) namanya, rapat itu pun entah bagaimana berakhir begitu saja w
Beberapa jam kemudian, pasti bakal jadi, “Ah! Itu 〇〇-san!” hahaha
Konon, nama-nama orang semakin lama semakin tersimpan jauh di dalam sudut-sudut otak.
Butuh waktu untuk mengingat namanya, padahal pengenalan wajah bisa dilakukan dalam sekejap.
Menghafal nama itu sama seperti belajar; pada saat itu memang masih ingat, tetapi,
Seiring berjalannya waktu, hal itu akan terlupakan.

Sebaiknya memang mengulanginya, tapi susah juga sih mengulang nama-nama itu, hehe
Konon, hal ini bukan karena mengalami penurunan seiring bertambahnya usia.
Katanya dia belum tua!
Seiring bertambahnya pengalaman hidup, kita akan bertemu dengan berbagai macam orang. Dan, kita pun akan mendengar nama orang-orang tersebut.
Konon, semakin sering kita bertemu seseorang, semakin mudah kita mengenali (mengingat) wajahnya, tetapi semakin mudah pula kita melupakan namanya.

Apakah Anda ingat?
Rumus ini!
Benar sekali!! Itu berbanding terbalik!
(Wajahnya) saya ingat, tapi (namanya) saya lupa!
Semakin sering bertemu, semakin ingat wajahnya, tapi semakin sering bertemu, semakin lupa namanya....
Artinya, orang yang mengalami gejala seperti itu pasti sering bertemu dengan banyak orang!!
Itulah sebabnya saya tidak ingat namanya!
Ini bukanlah tanda penuaan, melainkan pengalaman yang telah terkumpulApa-apaan ini!
Itu berarti saya sering bertemu orang. (Saya tidak akan menyebutkan orang-orang yang saya temui, hehe.)
Dalam situasi seperti ini, lebih baik kamu bilang, “Pengalamanku terlalu banyak sampai-sampai aku tidak ingat namamu!”
Namun, jika memungkinkan, sebaiknya kaum muda, saat berbicara dengan orang yang tampaknya lebih berpengalaman, mengatakan, “Kami pernah bertemu di ○○ beberapa tahun yang lalu, saya ○○.”
Kalau bilang begitu, orang yang lebih berpengalaman pasti akan terbantu, kan! (Tolong bantu saya! w)
Kalian yang sudah berpengalaman! Untungnya bukan orang tua, ya!!
Sampai jumpa lagi.
P.S. Buku yang dikutip: Ryusuke Kakinoki



