Hal-hal yang Diperlukan bagi Kontraktor|Esensi Industri Konstruksi

Halo semuanya.

Ini Enta.

Maaf karena pembaruan ini baru dilakukan pada malam hari.

Meskipun hari libur, tapi saat Tahun Baru memang selalu ada saja yang harus dilakukan, ya w

 

Tampaknya ada beberapa perusahaan yang mulai beroperasi kembali mulai hari ini.

Saya baru saja menerima pesan terkait pekerjaan.

Toko kami baru akan mulai beroperasi mulai tanggal 7, jadi mohon dimaklumi bahwa kami belum dapat beroperasi secara penuh hingga saat itu.

 

Selama liburan Tahun Baru, saya pergi ke berbagai tempat, dan ada satu hal yang sangat saya rasakan.

Itu adalah hal yang biasa dilakukan oleh kalian semua.

Benar! Kita pasti akan mencarinya di internet, kan?

Ke mana pun pergi, selalu mencari di internet.

Apa pun yang akan dimakan, selalu dicari di internet.

Cari juga berdasarkan jumlah.

pencarian web

Saya mencari semuanya di internet!

Dengan kata lain,

Perusahaan atau toko yang tidak tercantum di internet bisa dibilang tidak adaArtinya begitulah.

Meskipun begitu, saya sudah mengatakan hal ini sejak 10 tahun yang lalu, dan Google juga pernah mengatakan bahwa era seperti itu akan tiba.

10 tahun yang lalu, itu masih berupa situs web.

Beberapa tahun yang lalu, itu adalah media sosial.

Saat ini, situs web sudah menjadi hal yang lumrah, sedangkan media sosial hanya sebagai pilihan tambahan. Apakah blog yang menjadi fokus utamanya?

Jika diibaratkan dengan toko fisik, media sosial berperan seperti selebaran atau iklan lainnya.

Selebaran

Blog berfungsi seperti bendera promosi atau papan iklan. (Untuk memperkenalkan keberadaan toko dan mempublikasikan informasi tentangnya)

Bendera Sekolah Pelatihan Pengelolaan Lereng dari Enta

Jadi, situs web itu seperti toko fisik.Toko

Melihat selebaran, melihat papan iklan, lalu berbelanja di toko fisik. Begitulah kira-kira.

 

Kami, para pelaku industri konstruksi, pada dasarnya tidak perlu melakukan hal seperti itu.

Namun, di era sekarang ini, dengan berkurangnya jumlah kontraktor seperti ini, perusahaan manajemen konstruksi maupun kontraktor utama pun perlu mencari kontraktor.

Mencari penyedia jasa

Dalam situasi seperti itu, yang paling sering digunakan tentu saja adalah pencarian di internet.

Saat ini, kita sudah memasuki era di mana jasa pun dicari melalui internet.

Dari sudut pandang kontraktor utama (sebagai mantan kontraktor utama, hehe), saya juga ingin tahu jenis pekerjaan konstruksi apa saja yang pernah dilakukan saat itu.

Oleh karena itu, sebaiknya informasi pekerjaan terbaru diunggah sebisa mungkin. (Namun, NEXCO tidak diperbolehkan.)

Memang penting untuk mengunggahnya ke media sosial. Namun, kontraktor setidaknya harus memiliki situs web.

Dengan melakukan hal tersebut, ada kemungkinan yang cukup besar bahwa transaksi baru akan meningkat.

 

Perkembangannya sudah begitu pesat sampai-sampai mengatakan “Nah, inilah zamannya!” pun sudah terlambat, hehe.

Para kontraktor, mari buat situs web!

Sebagai informasi, untuk biaya pembuatan situs web paling dasar, secara kasar dibutuhkan sekitar 200.000.

Dalam kasus kami, semuanya dibuat sendiri oleh perusahaan (saya), jadi kami bisa melakukannya sesuka hati, tetapi,

Jika tidak bisa, sebaiknya Anda menunjukkan kemampuan setidaknya sejauh itu.

Atau, bisa juga membuat situs seharga 100.000 yen, lalu membayar biaya pengelolaan sekitar 3.000 yen per bulan selama kontrak 3 tahun. Ada juga penyedia jasa pembuatan situs seperti itu.

Sebenarnya, kalau pakai WordPress, bikinnya lumayan gampang kok, hehe.

 

Sampai jumpa lagi.

Bagi yang masih belum mengerti, silakan kirim email atau hubungi kami melalui telepon, dan kami akan membantu Anda.
(Saya bisa merekomendasikan penyedia jasa pembuatan situs web, lho w)

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses