Halo semuanya.
Ini Enta.
Apakah kalian sedang pulang kampung ke rumah orang tua?
Karena rumah orang tuaku sudah tidak ada lagi, jadi aku tidak perlu pulang lagi, hehe.
Karena saya telah menjual rumah orang tua saya di Kagoshima dan membawa ibu saya ke Prefektur Aichi.

Apakah istri Anda mengurus pekerjaan rumah tangga saat pulang kampung?
Ternyata, hal itu tidak lagi dianggap biasa di zaman sekarang!
Kalau terus begini, istrinya nggak bakal mau lagi ke rumah orang tua suaminya!
Sebaliknya, jika ayah atau ibu mertua menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar (bahwa menantu perempuan harus mengurus pekerjaan rumah tangga), itu bisa menjadi masalah yang sangat serius.
Konon, dalam skenario terburuk, kemungkinan besar aku akan ditolak saat ingin bertemu cucu-cucuku, hehe.
Beberapa hari yang lalu ada artikel seperti itu di Twitter, jadi saya mencoba mencari tahu lebih lanjut.
Di Jepang, tren keluarga inti semakin meluas sehingga jumlah anggota keluarga secara keseluruhan pun berkurang.
Kami tidak lagi mengundang seluruh kerabat seperti dulu untuk berpesta pora.
Artinya, zaman seperti itu sudah berlalu, ya.
Sebagai informasi, tampaknya persentase istri yang tidak melakukan pekerjaan rumah tangga di rumah orang tua suaminya mencapai hampir 50 persen.
Di situs-situs lain juga ada tulisan serupa.
Menurut saya, saat masih muda memang tidak masalah, tetapi seiring bertambahnya usia kita berdua (dan orang tua masing-masing), hal ini akan menjadi semakin merepotkan.
Menurut saya, agar hubungan tetap sebaik mungkin, kita harus saling menghormati satu sama lain, tapi jangan terlalu dekat, hehe.
Jika terlalu banyak ikut campur, hal itu bisa jadi sekadar campur tangan yang tidak perlu, bahkan bisa mengganggu, bukan?
Sampai jumpa lagi.
Tiga hari pertama Tahun Baru seperti ini, hehe



