Halo semuanya.
Ini Enta.
Beberapa hari yang lalu, saya pergi ke restoran sushi Jepang bersama para peserta program magang keterampilan!
Yah, ini memang sushi putar sih, hehe

Sepertinya dia tidak suka salmon, abal-abal, dan udang.
Dia bilang kerang tsubu itu enak.
Sup miso (miso-jiru) juga enak.
Secara keseluruhan, orang-orang Vietnam ini memang tidak makan banyak; mereka memang pemakan sedikit.
Apakah dia memang pemakan sedikit, atau makanannya tidak enak? Di tengah-tengah, dia bilang “Perutku sudah kenyang”, tapi sebenarnya gimana ya??? w
Apakah kita baru bisa merasakan apakah suatu makanan enak atau tidak setelah mencobanya?
Ada kan orang yang langsung memutuskan bahwa ini tidak boleh dimakan sebelum makan?
Itu yang namanya "enggan mencoba tanpa mencicipi".
Orang yang suka menilai, “Itu tidak boleh,” “Ini tidak boleh,” padahal dia sendiri tidak tahu apa-apa.
Dibandingkan dengan itu, orang Vietnam biasanya menilai makanan setelah mencobanya dulu, jadi masih lumayanlah, hehe.
(Bagi yang alergi, justru akan merepotkan jika memakannya, jadi jangan dimakan!)
Yah, segala sesuatu adalah pengalaman. Baik maupun buruk, semuanya adalah pengalaman. Inilah yang penting.
Saya sedang berbincang dengan seorang karyawan, dan saya tidak suka jika terjadi kegagalan.
Jika tidak pernah gagal, berarti kita tidak pernah mencobaJadi.
Hal seperti ini tidak memandang usia, baik atasan maupun bawahan, bukan?
Anak-anak muda memang belum berpengalaman, jadi wajar saja jika mereka mengalami kegagalan; dari situ mereka akan perlahan-lahan meraih kesuksesan (bertumbuh).
Atasan akan membantu Anda menyempurnakan (Brush Up: mengasah, membuat lebih baik) pengalaman yang telah Anda peroleh.
Itulah tantangan bagi para lansia. Melakukan apa yang bisa dilakukan memang sudah baik, tetapi kita harus mengasah dan menonjolkannya lebih jauh lagi!
Mari kita hadapi tantangan yang sesuai dengan usia dan pengalaman kita.

Mari kita gagal setiap hari! Hari di mana kita tidak gagal adalah bukti bahwa kita tidak berkembang, bukan?
Namun, sangat penting juga untuk sebisa mungkin menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan kerugian besar bagi perusahaan!
(Kalau perusahaan mengizinkan, ayo kita lakukan dengan penuh semangat!)
Kalau gagal, kita bisa mengembalikan kerugiannya dengan keuntungan. Perusahaan tidak masalah dengan itu!
Selain itu, kita juga perlu berusaha agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Hari ini pun, mari kita terus belajar dari kegagalan sedikit demi sedikit dan menaiki tangga pengalaman!
Sampai jumpa lagi.



