Halo semuanya.
Ini Enta.
Beberapa hari yang lalu terjadi sesuatu yang membuat saya berseru, “Eh!”

Saya menelepon sebuah toko bahan bangunan.
Karena produk tersebut tercantum dalam desain, saya pun menelepon perusahaan yang memproduksi produk tersebut.
Kalau begituAkan menghentikan usaha pada akhir MaretLalu dia bilang, “Jadi...”...
Saya diminta untuk mengubah desainnya sesuai dengan produk sejenis lainnya.
Akankah resesi akhirnya melanda bahkan toko bahan bangunan sekalipun!?
Hal ini memang sudah dibicarakan sejak tahun lalu, namun diperkirakan jumlah kebangkrutan tahun ini akan lebih banyak daripada tahun lalu.
Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan yang menyebabkan penyesuaian harga kepada subkontraktor menjadi tertunda.
Kontraktor utama menerima proyek dengan harga yang telah dinaikkan tersebut, tetapi hal yang sama tidak berlaku bagi subkontraktor.
Bahkan ada kontraktor yang tidak menyadari bahwa biayanya telah naik. (Terutama kontraktor yang bekerja berdasarkan upah per pekerjaan)
Para pemasok bahan baku pun, meskipun biaya produksi mereka meningkat, tidak dapat menaikkan harga jual sehingga akhirnya bangkrut...
Ke depan, harga bahan baku juga bakal makin gila-gilaan!
Bagi perusahaan kecil dan menengah seperti kami, jika tidak menaikkan harga (satuan) secara signifikan, situasinya akan menjadi sangat berbahaya!
Ditambah lagi dengan pembatasan lembur yang mulai berlaku pada bulan April, entah bagaimana kelanjutannya nanti...
Mari kita terus bekerja keras sampai akhir tahun fiskal (meski beban kerjanya ringan, hehe) dan menyambut tahun fiskal baru!
Sampai jumpa lagi.



