Memulai Pekerjaan dengan Langkah Awal | Awal Perjalanan Seorang Ahli Lereng

Halo semuanya.

Ini Enta.

 

Ayo, saatnya mulai bekerja!

Yah, hari ini kita anggap saja sebagai pemanasan, kerja santai-santai saja sepanjang pagi, lalu bagaimana kalau kita mampir sebentar ke kuil atau tempat ibadah lainnya?

Seperti upacara doa keselamatan.

 

Di rumah kami, kami tidak melakukan ritual permohonan seperti itu.

Yah, setiap orang punya pandangan masing-masing, tapi menurut saya, hal ini sama dengan pepatah “penyakit berasal dari pikiran”.

Selain itu, saya juga tidak suka pemikiran bahwa seseorang akan mendapat hukuman.

Alasannya adalah, Tuhan itu Maha Pengampun.

Saya tidak akan memberikan hukuman hanya karena hal sepele seperti itu! (Pendapat pribadi)

 

Orang yang mengatakan bahwa ia mendapat hukuman adalah orang yang memang melakukan tindakan seperti itu.

Ini bukan hukuman, melainkan hukum sebab-akibat. Masalahnya hanya terletak pada tindakan yang dilakukan sejak awal.

Karena jika kita bertindak dengan tulus, yang terjadi hanyalah hal-hal yang mendukung pertumbuhan.

Kertas ramalan

Ngomong-ngomong, apakah Anda biasa menarik omikuji di kuil atau wihara?

Itu adalah salah satu bentuk usaha kuil, dan karena ada pembelian barang, maka ada kewajiban untuk membayar pajak.

Dengan kata lain, ini sama saja dengan membeli permen di toko permen murah.

Tentu saja ada juga penjual omikuji (w) (sama seperti yang kita sebut sebagai penjual bahan baku)

 

Sumbangan bersifat sukarela sehingga bebas pajak, namun ada juga kuil yang mencantumkan jumlah minimum...

Kalau ditanya, mereka biasanya bakal bilang, “Secara umum, rata-rata kami menerima sekitar 10.000 yen. キリッ” w

Lebih baik jangan ditanya, deh w (tidak ada aturan baku soal perasaan)

 

Satu lagi w

Bukankah pada akhir tahun dan awal tahun, orang-orang membakar jimat atau kumade sambil mengucapkan doa agar roh-rohnya dihibahkan dengan baik? (Upacara pembakaran)

Saya rasa tidak ada orang yang benar-benar memperhatikan sampai benda itu terbakar habis.

Mungkin saja, bayangan kalian seperti ini, bukan?

Upacara Pembakaran

Itu seperti gambaran seorang biksu yang sedang melantunkan sutra menghadap api, bukan?

Yah, mungkin saja hal itu dilakukan di kuil-kuil besar. (Tapi aku nggak tahu sih.)

Namun, kenyataannya seperti ini.

Upacara Pembakaran

Mereka memasukkannya ke dalam tong dan membakarnya sekaligus, haha (belum pernah lihat ada yang melantunkan sutra, haha)

Belakangan ini, bahkan di kuil-kuil di kota besar pun api unggun dilarang, jadi mungkin di kota-kota besar ada penyedia jasa khusus pembakaran yang datang untuk mengambilnya. (Dugaan)

Di daerah pedesaan, saya kira hampir semuanya menggunakan tong drum.

Ada juga kuil yang memungut biaya untuk upacara pembakaran...

Kalau terlalu tahu isinya, keinginan untuk pergi jadi berkurang... w

Memang penting untuk bisa menebak sesuatu hanya dari penampilannya saja tanpa mengetahui isinya, ya w

Tahun ini, saya akan berusaha untuk lebih peka terhadap perasaan orang lain.

 

PokoknyaHari ini adalah hari untuk melakukan lari awal dengan santai.

Tidak perlu terburu-buru, perlahan-lahan saja sudah cukupJangan panik, jangan terburu-buru, dan mari kita jalan dengan aman!

 

Sampai jumpa lagi.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses