Cara Menghemat Biaya Manajemen Konstruksi dalam Pekerjaan Penyemprotan

Halo semuanya.

Ini Enta.

Benar-benar sudah akhir tahun!

Sibuk sekali ya—

Penyemprotan

Aku juga, akhir tahun ini ke sana-sini, hehe

Ini sungguh suatu kebahagiaan.

 

Tapi, kenapa setiap menjelang akhir tahun selalu jadi begitu sibuk ya!?

Padahal setiap bulan selalu sama...

sambil berpikir begitu

 

Beberapa hari yang lalu aku pergi ke lokasi pengecoran, dan soal cara membuat spesimen uji—atau lebih tepatnya, soal pengambilan jaring yang aku sebutkan sebelumnya, hehe.

Cara Membuat Spesimen Beton dan Mortar Semprot

 

Karena saya berhasil mengambil foto,

spesimen uji

Buatlah jaring terbalik berbentuk lingkaran dengan 200 kerangka.

Ikat saja dengan tali pengikat (ini penting!)

Kemudian semprotkan seperti biasa.

 

Setelah sekitar 1 jam (sekadar perkiraan, tetapi sebelum permukaannya mengeras), lepaskan tali pengikat dan angkat jaringnya.

 

Dengan cara ini, setelah inti betonnya dikeluarkan, material tersebut dapat dibuang sebagai limbah konstruksi berupa puing beton tanpa tulangan.

Jika terdapat tulangan baja, maka material tersebut akan dikategorikan sebagai beton bertulang, sehingga biaya pengolahan limbah industri akan berubah.

Saya kira jumlahnya akan berubah sekitar 20 persen.

 

Meskipun hal kecil, namun akumulasi hal-hal seperti ini pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang.

Apakah kalian punya cara-cara hemat kecil-kecilan seperti ini?

Jujur saja, mungkin ini terdengar pelit, tapi menurut saya ini hal yang penting.

 

 

Sampai jumpa lagi.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses