Para ahli lereng pasti akan mendapatkan pengakuan jika mereka fokus pada mesin dan teknik konstruksi

Halo semuanya.

Ini Enta.

Bagaimana sebenarnya dengan masyarakat modern ini?

Apakah keinginan Anda untuk mendapatkan pengakuan sedang mengalami kemacetan parah?

Beberapa hari yang lalu, saat sedang memikirkan berbagai hal di dalam mobil, aku berpikir, “Mungkin aku coba menulis hal seperti ini, ya?” w

Media Sosial

Begitu membuka media sosial,

"Jumlah 'Suka'nya sedikit"

“Jumlah penayangan tidak meningkat”

“Tidak ada yang menghargai saya”

……Aku nggak tahu, deh.

Meskipun begitu, saya sendiri juga menggunakan media sosial untuk mempromosikan berbagai iklan (terutama di blog) sih, hehe.

 

Tentu saja, lerengnya adalahSukaNamun, kehancuran itu tidak akan berhenti.

Bahkan jika Anda terlalu memikirkan jumlah penayangan, gunung itu tetap akan runtuh.

 

Kebutuhan akan Pengakuan vs Mesin (Teknologi dan Pengoperasian)

Media sosial hanyalah kesenangan sesaat. (Padahal sebenarnya hampa.)

Keterampilan mengoperasikan mesin (teknik konstruksi) adalah kemampuan yang akan berguna seumur hidup.

melepas selang

Waktu yang dihabiskan untuk berhadapan dengan mesin atau teknologi pasti tidak akan mengecewakan diri sendiri, lebih daripada waktu yang dihabiskan untuk mencari pengakuan dari orang lain.

 

Suaranya berbeda dari biasanya, getarannya sedikit berbeda, dan respons sistem hidrauliknya agak lambat

Kecepatan pengeboran menurun

Orang yang mampu menyadari “ketidaknyamanan” semacam ini, pada umumnya dapat bertahan di lapangan.

 

Apa yang harus menjadi fokus para pekerja konstruksi lereng?

Jawabannya sederhana.

① Mesin

Tidak tercantum dalam buku petunjuk, bahkan pabrikan pun tidak mengetahuinya
Gerakan, kebiasaan, dan batasan yang sebenarnya.

Lakukan setiap hari.
Kotori saja.
Perbaiki.
Hancurkan. (※Tapi jangan sampai rusak parah, hehe)

Mesin tidak akan mengecewakan.
Jika kamu memperlakukannya dengan sembarangan, kamu hanya akan mendapat balasan yang sama.

② Bukit

Tanah tidak pernah berbohong.

Apakah keras?

Apakah ini longgar?

Apakah mengandung air?

Apakah ekspresinya berubah?

Berdasarkan gambar, barang aslinya

Tebing (teknik sipil) adalah “rekayasa berbasis pengalaman”.

lereng

③ Ketidakmatangan diri sendiri

Yang paling sulit dihadapi.

Mengapa hal itu gagal?

Mengapa persiapan menjadi terlambat?

Mengapa gangguan pada mesin tidak dapat diprediksi?

Sebelum menulis alasan di media sosial, coba periksa dulu pikiranmu sendiri lol

 

Kebutuhan akan pengakuan adalah “bukti bahwa seseorang merasa cemas jika tidak mendapat penilaian dari orang lain”.

Pekerja lereng cukup menggunakan mesin dan menggerakkan tubuh dengan tepat untuk menstabilkan lereng, hehe.

Dalam menilai pekerjaan pengerjaan lereng, hasil akhir memang penting, tetapi yang terpenting adalah gunung tersebut tidak longsor lagi!

 

Meskipun akun media sosial yang penuh kilauan itu bagus, kita harus tetap tidak melupakan esensinya, ya ^^

Di balik penampilan gemerlap para pembuat lereng di media sosial, sebenarnya tersembunyi kerja keras dan ketekunan yang tak kenal lelah, lho w

 

Tahun ini tinggal sebentar lagi!

Yang terpenting, tetap aman! Mari berkendara dengan aman!!

 

Sampai jumpa lagi.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses