Halo semuanya.
Ini Enta.
Libur panjang juga tinggal besok saja, ya.
Mulai minggu depan, kesibukan kita akan semakin meningkat pesat, jadi mari kita berjuang bersama^^
Seiring dengan itu, cuacanya akan menjadi sangat panas.
Rasanya cuaca panas tahun ini benar-benar luar biasa, jadi kita harus tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan!
Kembali ke topik utama
Seringkali ada orang yang penasaran dengan cara memotret.
Saya akan menjabarkannya satu per satu w
Sebagai peringatan bagi diri sendiri.

1. Tubuh petugas kantor pemerintah terlihat terpotong. (Usahakan agar seluruh tubuh terlihat sebisa mungkin)
2. Meskipun ini kamera digital, dia mengambil foto makro ekstrem. (Kamu tahu kan bahwa foto-foto itu bisa diunggah ke PC sampai batas tertentu?)
3. Selalu memotret foto yang sama dua kali (kebiasaan lama? Dulu, karena menggunakan film, hasilnya sering buram)
4. Tidak tahu foto itu diambil di mana (terlalu dekat)
5. Ambil foto semuanya. (Sesuai dengan rencana pelaksanaan)
6. Lambat dalam memotret. (Tangan yang memegang kamera lubang jarum pasti gemetar, kan?)
7, Papan tulisnya rusak. (Papan tulis itu penting, kan?)
8. Cara pengambilan gambarnya selalu berbeda. (Cara pengambilan gambar yang konsisten akan lebih mudah dipahami oleh penonton)
9, Tidak tahu foto apa ini (terlalu jauh)
10, Mengeluh padahal sendiri tidak memotretnya w (cara memotret itu mencerminkan kebiasaan masing-masing)
11, Terlalu perfeksionis! (Yang paling saya benci)
12, Saya sudah berkali-kali memotret tempat yang sama. (Setelah usia 40-an, saya sudah lupa, haha)
13, Kesalahan ejaan dan kelalaian penulisan di papan tulis sangat parah (misalnya, menulis “tes kesesuaian” sebagai “tes sembarangan”). Padahal, sekarang ini sudah menggunakan papan tulis elektronik.
14. Sejak awal, ia tidak memahami pengelolaan foto. (Kemungkinan besar bukan seorang sutradara.)
15, Baterai kamera habis. (Sudah tidak masuk akal)
16, Lupa membawa kamera. (Mungkin tanpa kamera?)
17, Sampai-sampai kembali ke momen yang terlewat hanya untuk mengulang dan memotretnya. (Sangat mengganggu)

Bagaimana dengan kalian?
Pengelolaan foto merupakan bagian yang sangat penting dari tugas seorang sutradara.
Apakah foto-foto tersebut cukup jelas sehingga orang awam pun dapat langsung memahami apa yang sedang dikerjakan dan bagaimana proses pengerjaannya hanya dengan sekilas pandang?
Panjang apa yang sedang diukur? Situasi apa yang sedang difoto? Apakah Anda bisa langsung mengetahuinya sekilas?
Apakah Anda mengambil foto dengan cakupan yang lebih luas untuk bagian yang tidak terlihat?
Apakah Anda sudah mengambil foto yang dapat membuktikan kualitasnya dengan baik?
Apalagi jika itu adalah bangunan penting.
Apapun yang terjadi, asalkan ada fotonya, itu bisa dijadikan bukti!
Foto itu wajib!
Meskipun saya memotret tanpa henti, karena sekarang semuanya berupa data, setidaknya masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali.
Mari kita ambil banyak foto.
Sebaliknya, ketika sudah menjadi veteran, kita cenderung hanya fokus pada hal-hal yang paling penting saja.
Karena hal itu dapat dijelaskan secara lisan bahkan saat pemeriksaan.
Namun, jika cukup dengan menunjukkannya saja, itu juga bisa menjadi salah satu cara.
Bagaimana cara menjalani inspeksi penyelesaian? Itu tergantung pada Anda semua.
Kalau boleh jujur, saya lebih termasuk tipe orang yang pandai bicara dan pandai bertindak, hehe.

Dan satu hal lagi.
Kenangan saat mengambil foto itu akan teringat kembali saat melihat foto tersebut.
Berbagai situasi di lapangan yang penuh tantangan tiba-tiba terlintas di benak saya.
Foto-foto selain yang terkait dengan manajemen juga direkomendasikanAkan saya lakukan!
Foto tersebut akan mengabadikan perasaan dan emosi Anda pada saat itu.
Video memang mudah terlupakan, tetapi entah mengapa foto mampu merekonstruksi kembali ingatan yang terpecah-pecah.
Kadang-kadang, ketika melihat foto-foto di lokasi kerja beberapa tahun yang lalu, saya merasa senang, dan hal itu terkadang menjadi sumber motivasi untuk hari esok.
Saya masih sering mengingatnya saat mengalami masa-masa sulit.
Silakan lihat foto-foto di sekitar sini. Ini juga salah satu keseruan menjadi pengawas proyek!
Sampai jumpa lagi.



