{"id":67233,"date":"2026-09-29T08:00:06","date_gmt":"2026-09-28T23:00:06","guid":{"rendered":"https:\/\/norimen.net\/?p=67233"},"modified":"2026-09-29T00:38:57","modified_gmt":"2026-09-28T15:38:57","slug":"alasan-kebangkrutan-perusahaan-penyedia-perancah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/norimen.net\/id\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/","title":{"rendered":"Mengapa Perusahaan Penyedia Perancah Bangkrut? | Mengurai Alasan Mengapa Industri yang Mudah Dijalani Secara Mandiri Justru Lebih Rentan Bangkrut, Berdasarkan Izin Usaha Konstruksi dan Biaya Sewa Perancah"},"content":{"rendered":"<p>Halo semuanya.<\/p>\n<p>Ini Enta.<\/p>\n<p>Akhir-akhir ini aku dibanjiri berbagai hal, jadi super sibuk banget.<\/p>\n<p>Terutama penawaran harga...<\/p>\n<p>Rasanya kayak, \u201cAduh, sudah deh!\u201d...<\/p>\n<p>Tahun fiskal sudah hampir berakhir, ya\u2014<\/p>\n<p>Kembali ke topik utama<\/p>\n<p>Beberapa hari yang lalu, di TSR Data Insight milik Tokyo Shoko Research, muncul sebuah artikel yang menyebutkan bahwa jumlah kebangkrutan di sektor konstruksi sedang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.<\/p>\n<p class=\"page-title\"><a href=\"https:\/\/www.tsr-net.co.jp\/data\/detail\/1203232_1527.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u201cBisnis Konstruksi\u201d Mengalami Kesulitan, Jumlah Kebangkrutan Mencapai Rekor Tertinggi ~ Melampaui 100 Kasus untuk Pertama Kalinya dalam 16 Tahun, Kekurangan Tenaga Kerja Terampil dan Masalah Biaya Menjadi Hambatan Utama ~<\/a><\/p>\n<p>Perusahaan kami memang spesialis dalam pekerjaan lereng, tetapi kami juga melakukan pemasangan perancah sementara.<br \/>\nAlasannya adalah, karena dalam beberapa tahun terakhir ini, meskipun kami sudah meminta bantuan perusahaan penyedia perancah, mereka jarang datang, sehingga akhirnya kami melakukannya sendiri.<\/p>\n<p>Mengapa para tukang perancah semakin menghilang?<br \/>\nSebelum saya menyampaikan pendapat saya,<strong>Karena mudah untuk mandiri<\/strong>.<br \/>\nMenurut saya, intinya memang seperti itu.<\/p>\n<p>Saya akan menuliskan pengalaman dan perasaan saya yang diperoleh dari lapangan, mulai dari liputan media, ketentuan Undang-Undang Industri Konstruksi, hingga tren tutupnya perusahaan penyedia perancah.<\/p>\n<hr \/>\n<h2>Jumlah Kasus Kebangkrutan di Sektor Konstruksi dan Analisis Tokyo Shoko Research<\/h2>\n<p>Menurut Tokyo Shoko Research, jumlah kebangkrutan di sektor konstruksi (dengan utang 10 juta yen atau lebih) pada periode Januari\u2013Agustus 2026 mencapai 110 kasus, meningkat 26,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.<br \/>\nIni adalah pertama kalinya sejak 2010, atau setelah 16 tahun, jumlahnya melampaui 100 kasus pada periode Januari\u2013Agustus.<br \/>\nJika tren ini terus berlanjut, diperkirakan jumlahnya akan mencapai 170 kasus dalam setahun.<\/p>\n<p>Bisnis konstruksi pertambangan tidak hanya mencakup perusahaan yang mengerjakan perancah, tetapi juga perusahaan yang mengerjakan konstruksi rangka baja dan tiang penyangga, termasuk kami, para ahli lereng.<\/p>\n<p>Harap diperhatikan bahwa angka tersebut sebenarnya tidak hanya mencakup proyek-proyek yang dikerjakan oleh perusahaan penyedia perancah saja.<\/p>\n<p>Jika melihat isinya, akan lebih mudah dipahami.<\/p>\n<ul>\n<li>Penyebabnya adalah penjualan yang lesu (78 kasus) dan akumulasi kerugian (24 kasus), sehingga kinerja yang buruk mencakup lebih dari 90 persen<\/li>\n<li>Ada 98 perusahaan dengan modal kurang dari 10 juta yen, dan 101 perusahaan dengan jumlah karyawan kurang dari 10 orang<\/li>\n<li>Jumlah kebangkrutan akibat kekurangan tenaga kerja mencapai 19 kasus, sekitar dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan jumlah kebangkrutan akibat kenaikan harga mencapai 9 kasus, tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Sebagian besar perusahaan yang bangkrut adalah perusahaan kecil dengan jumlah karyawan kurang dari 10 orang<\/strong>Itulah maksudnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, jika dilihat dari total 15.941 perusahaan kontraktor tukang atap yang kinerjanya dapat dibandingkan, pendapatan mereka mengalami kenaikan selama empat periode berturut-turut, sementara laba bersihnya juga meningkat sebesar 24,4 persen dibandingkan periode sebelumnya.<br \/>\nSecara keseluruhan, di industri ini memang ada banyak sekali pekerjaan.<\/p>\n<p>Namun demikian, 37,5 persen perusahaan dengan nilai proyek yang telah diselesaikan di bawah 100 juta yen mengalami kerugian.<br \/>\nTingkat kerugian perusahaan dengan nilai proyek yang telah diselesaikan sebesar 1 miliar hingga 5 miliar yen adalah 7,0%, sehingga terlihat jelas perbedaannya berdasarkan skala!!<\/p>\n<p>Dari segi jumlah tenaga kerja pun situasinya cukup sulit.<br \/>\nDalam artikel tersebut disebutkan bahwa rasio lowongan kerja terhadap pelamar yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan pada bulan Juli adalah 1,18 kali untuk seluruh sektor, sedangkan untuk pekerja konstruksi struktur bangunan, termasuk tukang atap, rasionya mencapai 7,94 kali.<br \/>\nArtinya, satu orang pencari kerja diperebutkan oleh hampir 8 perusahaan.<br \/>\nJika sebuah perusahaan penyedia perancah kecil memberhentikan satu orang pekerja, mereka hampir pasti tidak akan bisa menemukan penggantinya.<\/p>\n<p>Padahal ada pekerjaan, tapi hanya perusahaan-perusahaan kecil yang gulung tikar.<br \/>\nIntinya, saya tidak bisa mengelola lapangan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-67235\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/4e66140872ebf4ffdbfc99e8a3c09e3f.jpg\" alt=\"Perubahan Jumlah Kasus Kebangkrutan di Sektor Konstruksi dan Tingkat Kerugian Berdasarkan Skala Usaha\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<hr \/>\n<h2>Alasan mengapa menjadi pengusaha perancah itu terlalu mudah<\/h2>\n<p>Berikut ini adalah alur kerja para tukang perancah yang saya amati langsung di lapangan.<\/p>\n<p>Sejujurnya, banyak anak-anak yang bekerja di perusahaan perancah yang nakal (meski di perusahaan penahan tanah juga cukup banyak yang begitu, hahaha).<br \/>\nBerkat perkenalan dari seorang senior yang dulu pernah menjadi preman dan ajakan dari teman-teman di daerah setempat, saya pun dengan santai mulai bekerja di sebuah perusahaan penyedia perancah di lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>Bekerja itu melelahkan.<br \/>\nTapi, jika dibandingkan dengan teman-teman sebaya, meski kerjanya berat, gaji yang diterima lumayanlah.<\/p>\n<p>Setelah 5 tahun, akan terlihat perbedaan di antara rekan-rekan seangkatan.<\/p>\n<ul>\n<li>Dapat mengidentifikasi bahan (menghitung jumlah komponen yang diperlukan) dengan melihat gambar teknik<\/li>\n<li>Mendapat penilaian tinggi dari pelanggan dan sering disebutkan namanya secara khusus<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika sudah seperti ini, biasanya perasaan berikut ini akan muncul.<\/p>\n<p>\"Aku pun bisa!\"<br \/>\n\u201cKenapa sih, padahal aku sudah berusaha sekeras ini, tapi yang kudapat cuma segini saja!?\u201d<\/p>\n<p>Di sini, saya benar-benar melupakan nama perusahaan dan mengira bahwa itu semua adalah kemampuan saya sendiri.<\/p>\n<p>Dan kemudian kemerdekaan.<\/p>\n<p>Pekerjaan sebagai tukang perancah adalah pekerjaan yang tidak terlalu sulit untuk memulai usaha sendiri.<br \/>\nDengan satu truk berkapasitas 2 ton dan tim yang terdiri dari 3 hingga 4 pekerja terampil, perancah setidaknya bisa dipasang.<br \/>\nUntuk perancah sementara pada proyek pekerjaan lereng seperti yang kami lakukan, jumlah tenaga kerja sebanyak itu sudah cukup.<\/p>\n<p>Jika renovasi apartemen berskala besar dilakukan, akan dibutuhkan lebih banyak tenaga kerja.<br \/>\nHanya saja, untuk proyek konstruksi swasta berskala kecil, kesan yang ada adalah kebanyakan dilakukan oleh pengusaha perorangan yang mengumpulkan anak-anak muda dari lingkungannya.<\/p>\n<p>Siapa pun bisa mendirikan perusahaan kapan saja.<br \/>\nMasalahnya adalah,<strong>Pengetahuan yang dibutuhkan setelah membuatnya, yang sebelumnya tidak pernah diajarkan oleh siapa pun<\/strong>.<\/p>\n<p>Selama 5 tahun sebagai tukang, saya telah mempelajari cara memilih bahan dan merakitnya. Saya bisa bekerja di lapangan.<\/p>\n<p>Namun, tidak ada seorang pun di lapangan yang mengajarkan cara menyusun perkiraan biaya, mengelola biaya produksi, mengurus administrasi jaminan sosial, maupun mengelola arus kas.<\/p>\n<p>Begitu Anda merdeka, semua konsekuensi dari apa yang selama ini tidak Anda pelajari akan langsung menghampiri Anda.<\/p>\n<p>Belajar di sekolah itu terbukti berguna pada momen-momen seperti ini! Bahasa Jepang, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Sosial, dan Seni Rupa! Hal ini terjadi karena kamu menganggapnya sia-sia.<\/p>\n<p>Kemampuan untuk mengidentifikasi bahan dan kemampuan untuk membuat perkiraan biaya adalah dua hal yang berbeda.<br \/>\nPenentuan kebutuhan adalah \u201cberapa banyak yang akan digunakan\u201d, sedangkan perkiraan biaya adalah \u201cberapa harga sewanya, berapa hari masa sewanya, berapa banyak tenaga kerja yang dibutuhkan, dan berapa harga jualnya\u201d.<br \/>\nCukup banyak anak didik yang memutuskan untuk mandiri tanpa pernah sekali pun membuat penawaran harga di samping sang guru.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, sebaliknya, ada banyak sekali bagian yang dimanfaatkan oleh perusahaan kontraktor besar maupun kontraktor lokal dengan tarif rendah.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-67234\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/8fd26461d8af4d5f2c9427ab948187dd.jpg\" alt=\"Momen ketika seorang tukang perancah mempertimbangkan untuk mandiri\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<hr \/>\n<h2>Izin usaha konstruksi dan jaminan sosial menjadi hambatan setelah berwiraswasta<\/h2>\n<p>Hal pertama yang akan dihadapi saat memulai usaha mandiri adalah izin usaha konstruksi.<\/p>\n<p>Dalam Undang-Undang Industri Konstruksi, pekerjaan konstruksi yang dapat dikerjakan meskipun tanpa izin usaha konstruksi diklasifikasikan sebagai \u201cpekerjaan konstruksi ringan\u201d, dan selama bukan merupakan pekerjaan konstruksi lengkap, maka<strong>Nilai kontrak per proyek kurang dari 5 juta yen<\/strong>.<br \/>\nSeringkali ada kesalahpahaman bahwa batasnya adalah \u201chingga 5 juta yen per bulan\u201d, padahal angka tersebut merujuk pada jumlah per transaksi, bukan per bulan.<\/p>\n<p>Selain itu, jumlah 5 juta yen ini sudah termasuk pajak konsumsi, dan jika pemesan menyediakan bahan-bahan, harga bahan-bahan tersebut juga akan dimasukkan ke dalam perhitungan.<br \/>\nBahkan untuk pekerjaan senilai 4,8 juta yen (belum termasuk pajak), jika ditambah pajak akan melebihi 5 juta yen, sehingga diperlukan izin.<\/p>\n<p>Kadang-kadang ada orang yang bilang, \u201cKalau proyek senilai 6 juta yen, cukup dibagi jadi dua kontrak masing-masing 3 juta yen,\u201d tapi ini nggak boleh, hahaha.<br \/>\nMembagi satu proyek menjadi beberapa kontrak untuk menghindari izin dianggap sebagai tindakan yang melanggar hukum, dan meskipun dibagi, penilaiannya tetap didasarkan pada jumlah totalnya.<br \/>\nJika melakukan pekerjaan konstruksi senilai lebih dari 5 juta yen tanpa izin, hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Industri Konstruksi dan akan dikenakan sanksi, serta tidak dapat memperoleh izin selama 5 tahun berikutnya.<br \/>\nPihak kontraktor utama yang memberikan pesanan juga akan dianggap melanggar aturan, sehingga kontraktor utama yang bertanggung jawab tidak akan memberikan pesanan sejak awal.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-53052\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2024-11-08-08.33.11.jpg\" alt=\"Pekerja perancah\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2024-11-08-08.33.11.jpg 600w, https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/2024-11-08-08.33.11-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p>Lalu, mungkin ada yang berpikir, \u201cKenapa tidak minta izin saja?\u201d, tetapi hal ini tidaklah mudah.<\/p>\n<p>Secara hukum, untuk memperoleh izin usaha konstruksi, persyaratan-persyaratan berikut ini pada dasarnya wajib dipenuhi.<\/p>\n<ul>\n<li>Memiliki kemampuan untuk mengelola kegiatan usaha secara tepat (seperti pengalaman dalam mengelola usaha konstruksi, dll.)<\/li>\n<li>Setiap kantor cabang wajib memiliki teknisi yang memiliki kualifikasi atau pengalaman kerja<\/li>\n<li>Memiliki modal sendiri sebesar 5 juta yen atau lebih, atau memiliki kemampuan untuk mengumpulkan dana sebesar 5 juta yen atau lebih<\/li>\n<li>Telah terdaftar dalam program jaminan sosial yang sesuai<\/li>\n<\/ul>\n<p>Asuransi sosial telah dimasukkan ke dalam persyaratan izin sejak Oktober 2020.<\/p>\n<p>Bagi badan hukum, meskipun hanya memiliki satu perwakilan, tetap wajib mendaftar dalam asuransi kesehatan dan program pensiun karyawan.<br \/>\nJika mempekerjakan karyawan, perusahaan harus menanggung biaya tersebut setiap bulan.<\/p>\n<p>Lalu, saat proyek dimulai, Anda akan diminta untuk mengonfirmasi apakah sudah memiliki asuransi dan menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan, bukan?<\/p>\n<p>Hal itu diatur dalam \u201cPedoman Bimbingan bagi Subkontraktor mengenai Keikutsertaan dalam Jaminan Sosial\u201d dari Kementerian Tanah, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata, yang menyatakan bahwa kontraktor utama memiliki peran untuk membimbing subkontraktor agar ikut serta dalam jaminan sosial.<\/p>\n<p>Saat ini, sudah menjadi hal yang lazim bahwa status keikutsertaan dalam jaminan sosial para subkontraktor yang terlibat dalam proyek-proyek pekerjaan umum atau proyek-proyek perusahaan besar akan diverifikasi sepenuhnya.<\/p>\n<p><strong>Perusahaan penyedia perancah yang tidak memiliki izin maupun jaminan sosial hanya bisa bertahan dengan mengerjakan proyek swasta senilai kurang dari 5 juta yen<\/strong>Ini terjemahannya.<\/p>\n<p>Bahkan, proyek-proyek dengan nilai di bawah 5 juta yen dikerjakan secara bergantian oleh 3 hingga 4 pekerja terampil.<\/p>\n<p>Karena harga per botolnya kecil, jika satu botol saja merugi, sangat sulit untuk menutupi kerugian tersebut.<\/p>\n<p>Apalagi kalau sudah termasuk bahan-bahannya...<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-67237\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/2250730155b8d7a54f43478b7ea183cf.jpg\" alt=\"Seorang presiden perusahaan yang baru saja merintis usaha sendiri sedang mengurus dokumen izin usaha konstruksi dan jaminan sosial\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<hr \/>\n<h2>Perhitungan biaya produksi di mana laba habis tergerus oleh biaya sewa perancah dan biaya tenaga kerja<\/h2>\n<p>Alasan utama kebangkrutan adalah uang.<\/p>\n<p>Misalkan ada sebuah perusahaan penyedia perancah yang telah memperoleh izin usaha konstruksi dan dijalankan oleh sekitar 5 orang.<\/p>\n<p>Secara garis besar, pengeluaran dari pendapatan adalah sebagai berikut.<\/p>\n<ul>\n<li>Gaji untuk 5 pekerja terampil dan iuran jaminan sosial yang ditanggung perusahaan<\/li>\n<li>Biaya bahan perancah<\/li>\n<li>Biaya kendaraan truk, biaya bahan bakar, dan biaya pengangkutan<\/li>\n<\/ul>\n<p>Biaya bahan perancah bukanlah jumlah yang dapat ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan yang baru saja berdiri.<br \/>\nOleh karena itu, sebagian besar perusahaan memulainya dengan menyewa.<\/p>\n<p>Biaya sewa ini benar-benar memberatkan.<br \/>\nBiaya sewa akan bertambah sesuai dengan jumlah hari dan jumlah barang yang disewa, sehingga jika masa pengerjaan bertambah lama, biaya produksi pun akan meningkat.<br \/>\nKami juga dulu menyewa perancah saat pertama kali memulai bisnis ini.<\/p>\n<p>Setelah benar-benar mencobanya, pada akhirnya<strong>Hampir setengah dari jumlah yang saya terima habis untuk biaya sewa, haha.<\/strong><\/p>\n<p>Ada alasannya, karena saat pengerjaan berlangsung, beban terkonsentrasi pada satu bagian sehingga pipa baja bisa bengkok, papan perancah bisa retak, atau klem bisa hilang...<\/p>\n<p>Aku bakal ditagih banget, lho w<\/p>\n<p>Jadi, kami sudah belanja habis-habisan, haha<\/p>\n<p>Aku udah beli banyak banget bahan perancah!!<\/p>\n<p>Dengan mata berkaca-kaca sambil memuntahkan darah, hahaha (hanya aku sendiri, hahaha)<\/p>\n<p>Jadi, tolong jaga bahan-bahannya dengan baik, ya! (Saya sangat berharap!)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Meskipun demikian, alangkah baiknya jika harga satuan dapat ditentukan dan pekerjaan dapat diterima setelah mempertimbangkan hal-hal tersebut, namun dalam banyak kasus hal itu tidak terjadi.<\/p>\n<p>Dengan berpikir, \u201cKalau kerja, pasti untung,\u201d akhirnya saya menerima pekerjaan itu begitu saja.<\/p>\n<p>Ini yang paling berbahaya.<\/p>\n<p>Sebagai usulan saya, ada rumus yang sebaiknya sudah bisa Anda hitung sebelum mandiri.<\/p>\n<p><strong>Laba kotor = Nilai kontrak \u2013 (Biaya tenaga kerja + Beban perusahaan untuk jaminan sosial + Biaya sewa bahan perancah + Biaya kendaraan, bahan bakar, dan pengangkutan)<\/strong><\/p>\n<p>Ini baru yang paling dasar, lho w<\/p>\n<p>Secara konkret, mari kita ambil contoh proyek senilai 4 juta yen termasuk pajak.<br \/>\nJika biaya sewa sebesar 2 juta yen, yang merupakan setengahnya, maka sisanya adalah 2 juta yen.<br \/>\nSetelah membayar gaji untuk 5 orang, iuran jaminan sosial, dan biaya truk, apakah masih ada sisa uang di tangan?<br \/>\nJika tidak ada sisa, maka proyek tersebut sudah pasti merugi sejak diterima.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-67242\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/b1648e0f5e8f099924675e179333dd01.jpg\" alt=\"Rugi atau untung?\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<p>Hal lain yang sering terlewatkan adalah waktu masuknya uang.<br \/>\nBiasanya, pembayaran biaya konstruksi membutuhkan waktu 1 hingga 2 bulan sejak proyek selesai dan tagihan diajukan hingga dana diterima.<br \/>\nSelama periode tersebut, gaji para pekerja akan dibayarkan pada bulan itu juga. Mengenai biaya sewa, menurut saya tidak masalah jika dibayarkan pada bulan berikutnya.<\/p>\n<p>Semakin banyak lokasi yang ditambah, semakin besar pula pengeluaran awal yang harus dikeluarkan.<\/p>\n<p>Padahal, jika dihitung-hitung, semua proyeknya untung, tapi karena kas yang tersedia tidak mencukupi, gaji tidak bisa dibayarkan.<\/p>\n<p>Inilah cara paling umum sebuah perusahaan kecil bangkrut.<\/p>\n<p>Yang lebih menakutkan lagi adalah ketika jadwal pengerjaan molor akibat hujan atau keterlambatan dari pihak lain.<\/p>\n<p>Scaffolding yang telah dipasang akan terus dihitung dalam masa sewa hingga dibongkar.<\/p>\n<p>Di lokasi pekerjaan lereng, sangatlah umum jika perancah dibiarkan terpasang selama seminggu sambil menunggu persiapan penyemprotan.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Tokyo Shoko Research, 70 persen penyebab kebangkrutan disebabkan oleh penurunan penjualan, sedangkan 20 persen disebabkan oleh akumulasi kerugian.<\/p>\n<p>Ini hanya dugaan, tetapi sebagian besar isinya adalah,<strong>Akibat terus menerima pekerjaan dengan harga murah tanpa mengetahui biaya produksi sendiri<\/strong>Saya berpendapat demikian.<\/p>\n<p>Meningkatkan keterampilan sebagai seorang pengrajin dan menghasilkan keuntungan bagi perusahaan adalah dua hal yang sama sekali berbeda.<\/p>\n<p>Jika ingin mandiri, saya harap Anda sudah mampu menghitung biaya produksi sebelum mulai mengumpulkan bahan baku.<\/p>\n<p>Meskipun industri pekerjaan talud merupakan bidang yang memudahkan seseorang untuk mandiri, namun di kalangan pekerja talud ini, jarang ada orang yang menonjol!<\/p>\n<p>Jadi, sebaliknya, saya rasa perusahaan tersebut cenderung lebih sulit bangkrut.<\/p>\n<p>Pekerja perancah itu memang mencolok, ya~ (citra seperti itu memang kuat, hehe)<\/p>\n<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-67239\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/cc0fdf142409f8d51c7f91ba769dfd8f.jpg\" alt=\"Perhitungan biaya sewa bahan perancah dan biaya tenaga kerja\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<hr \/>\n<p>Perusahaan penyedia perancah merupakan pihak yang tak tergantikan bagi perusahaan kami yang bergerak di bidang penahan tanah.<br \/>\nTanpa perancah, jangkar tidak akan bergerak sejauh 1 mm pun.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya, sungguh menyedihkan melihat pengrajin yang terampil memutuskan untuk berwiraswasta, lalu menghilang dalam waktu 2 hingga 3 tahun.<\/p>\n<p>Menurut saya, menjadi mandiri itu sendiri bukanlah hal yang buruk.<br \/>\nNamun, perusahaan tidak bisa berjalan hanya dengan keterampilan saja.<br \/>\nIzin usaha konstruksi, gaji karyawan, jaminan sosial, biaya sewa, dan biaya produksi sendiri.<br \/>\nJika Anda memulai usaha sendiri tanpa memahami hal ini, sekeras apa pun Anda berusaha, yang tersisa hanyalah utang.<\/p>\n<p>Jika saat ini ada pengrajin muda yang sedang mempertimbangkan untuk berwiraswasta, silakan coba hitung sendiri biaya produksi untuk satu proyek terlebih dahulu.<br \/>\nJadi, tidaklah terlambat untuk mulai menyebutkan harga satuan yang masih menghasilkan laba.<\/p>\n<p>Kalau mau, aku yang akan mengajarkan semuanya!<\/p>\n<p>Cara menghitung uang.<\/p>\n<p>Berapa harga yang harus ditawarkan agar bisa mendapat untung?<\/p>\n<p>Berapa harga satuan terendah yang akan menyebabkan kerugian?<\/p>\n<p>Dan yang paling penting, jangan sampai terlalu percaya diri hanya karena bisa mengatakannya dengan baik!<\/p>\n<p>Beberapa hari yang lalu juga terjadi insiden yang melibatkan perusahaan penyedia perancah.<\/p>\n<p class=\"sc-b545eb0d-1 lgGcgX\"><a href=\"https:\/\/news.yahoo.co.jp\/articles\/4bde49badb04d88527b52e4644ce2a7980c1e762\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">\u300aKasus Penikaman di Tsukuba\u300b \u201cAyo kita lakukan saja,\u201d enam karyawan muda \u201cbersekongkol\u201d dan menikam presiden perusahaan (28), lalu ditangkap atas tuduhan percobaan pembunuhan\u2026 Di balik kasus ini diduga ada perselisihan terkait lembur dan gaji\u2026 Sebelumnya, ia bahkan pernah mengadakan pesta barbekyu bersama para karyawannya dengan suasana yang akrab<\/a><\/p>\n<p>Ini adalah akibat dari sifat nakal yang tak kunjung hilang, ketidakmampuan untuk bertumbuh dewasa, dan melampiaskan rasa frustrasi melalui tindakan.<\/p>\n<p>Apakah ini akibat dari kurangnya pembelajaran moral di sekolah?<\/p>\n<p>Ini benar-benar kejadian yang sangat disayangkan.<\/p>\n<p>Agar hal seperti ini tidak terjadi, saya rasa lebih baik mandiri setelah benar-benar menguasai ilmunya!<\/p>\n<p>Menurut saya, masa depan para penyedia jasa perancah di industri konstruksi cukup cerah, tetapi saya tidak ingin mereka melakukan hal-hal yang justru akan menghancurkan bisnis mereka sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sampai jumpa lagi.<\/p>\n<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"wRnvlTGRSJ\"><p><a href=\"https:\/\/norimen.net\/id\/supervisor-tidak-berkata-apa-apa\/\">Kata-kata yang Tidak Boleh Diucapkan oleh Sutradara | Manajemen Lokasi Syuting<\/a><\/p><\/blockquote>\n<p><iframe loading=\"lazy\" class=\"wp-embedded-content\" sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" style=\"position: absolute; visibility: hidden;\" title=\"\u201cKata-kata yang Tidak Boleh Diucapkan oleh Sutradara | Manajemen Lokasi Syuting\u201d \u2014 Sekolah Manajemen Lokasi Syuting Shin-Ent\" src=\"https:\/\/norimen.net\/supervisor-no-say-words\/embed\/#?secret=T2xVd2a8bd#?secret=wRnvlTGRSJ\" data-secret=\"wRnvlTGRSJ\" width=\"600\" height=\"338\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\"><\/iframe><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo semuanya. Ini Enta. Akhir-akhir ini aku benar-benar disibukkan dengan berbagai hal, jadi super sibuk. Terutama soal penawaran harga... Sampai-sampai aku merasa, \u201cAduh, sudah cukup!\u201d... Tahun fiskal hampir berakhir, ya. Tapi, kembali ke topik utama. Beberapa hari yang lalu, di TSR Data Insight dari Tokyo Shoko Research, ada artikel tentang industri tukang atap\u2026<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":67240,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[14271],"tags":[1826,2776,14559,14560],"class_list":["post-67233","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-construction-industry-3","tag-1826","tag-2776","tag-14559","tag-14560"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.5 (Yoast SEO v28.5) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>\u8db3\u5834\u5c4b\u306f\u306a\u305c\u5012\u7523\u3059\u308b\u306e\u304b\uff5c\u72ec\u7acb\u3057\u3084\u3059\u3044\u696d\u754c\u307b\u3069\u6f70\u308c\u3084\u3059\u3044\u7406\u7531\u3092\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u3068\u8db3\u5834\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u304b\u3089\u8003\u3048\u308b - \u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"\u9cf6\u5de5\u4e8b\u696d\u306e\u5012\u7523\u304c2026\u5e741-8\u6708\u3067110\u4ef6\u3068\u904e\u53bb\u6700\u591a\u30da\u30fc\u30b9\u3067\u3059\u3002\u8db3\u5834\u5c4b\u304c\u6b21\u3005\u3068\u6d88\u3048\u3066\u3044\u304f\u7406\u7531\u3092\u3001\u72ec\u7acb\u306e\u3057\u3084\u3059\u3055\u3001\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u306e500\u4e07\u5186\u672a\u6e80\u306e\u58c1\u3068\u793e\u4f1a\u4fdd\u967a\u8981\u4ef6\u3001\u8db3\u5834\u6750\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u3068\u4eba\u4ef6\u8cbb\u306e\u91cd\u3055\u304b\u3089\u3001\u6cd5\u9762\u5de5\u4e8b\u306e\u4f1a\u793e\u3092\u7d4c\u55b6\u3059\u308b\u7acb\u5834\u3067\u89e3\u8aac\u3057\u307e\u3059\u3002\u72ec\u7acb\u524d\u306b\u899a\u3048\u305f\u3044\u539f\u4fa1\u306e\u8a08\u7b97\u3082\u7d39\u4ecb\u3057\u307e\u3059\u3002\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/norimen.net\/id\/alasan-kebangkrutan-perusahaan-penyedia-perancah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"\u8db3\u5834\u5c4b\u306f\u306a\u305c\u5012\u7523\u3059\u308b\u306e\u304b\uff5c\u72ec\u7acb\u3057\u3084\u3059\u3044\u696d\u754c\u307b\u3069\u6f70\u308c\u3084\u3059\u3044\u7406\u7531\u3092\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u3068\u8db3\u5834\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u304b\u3089\u8003\u3048\u308b\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u9cf6\u5de5\u4e8b\u696d\u306e\u5012\u7523\u304c2026\u5e741-8\u6708\u3067110\u4ef6\u3068\u904e\u53bb\u6700\u591a\u30da\u30fc\u30b9\u3067\u3059\u3002\u8db3\u5834\u5c4b\u304c\u6b21\u3005\u3068\u6d88\u3048\u3066\u3044\u304f\u7406\u7531\u3092\u3001\u72ec\u7acb\u306e\u3057\u3084\u3059\u3055\u3001\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u306e500\u4e07\u5186\u672a\u6e80\u306e\u58c1\u3068\u793e\u4f1a\u4fdd\u967a\u8981\u4ef6\u3001\u8db3\u5834\u6750\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u3068\u4eba\u4ef6\u8cbb\u306e\u91cd\u3055\u304b\u3089\u3001\u6cd5\u9762\u5de5\u4e8b\u306e\u4f1a\u793e\u3092\u7d4c\u55b6\u3059\u308b\u7acb\u5834\u3067\u89e3\u8aac\u3057\u307e\u3059\u3002\u72ec\u7acb\u524d\u306b\u899a\u3048\u305f\u3044\u539f\u4fa1\u306e\u8a08\u7b97\u3082\u7d39\u4ecb\u3057\u307e\u3059\u3002\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/norimen.net\/id\/alasan-kebangkrutan-perusahaan-penyedia-perancah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/norimenman\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/norimenman\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-28T23:00:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"\u30a8\u30f3\u30bf\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@norimenman\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@norimenman\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\u30a8\u30f3\u30bf\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"14 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"\u30a8\u30f3\u30bf\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7e507d48b040ed0f7a88ef4625070b95\"},\"headline\":\"\u8db3\u5834\u5c4b\u306f\u306a\u305c\u5012\u7523\u3059\u308b\u306e\u304b\uff5c\u72ec\u7acb\u3057\u3084\u3059\u3044\u696d\u754c\u307b\u3069\u6f70\u308c\u3084\u3059\u3044\u7406\u7531\u3092\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u3068\u8db3\u5834\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u304b\u3089\u8003\u3048\u308b\",\"datePublished\":\"2026-09-28T23:00:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/\"},\"wordCount\":13,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg\",\"keywords\":[\"\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\",\"\u8db3\u5834\u5c4b\",\"\u9cf6\u5de5\u4e8b\u696d\u306e\u5012\u7523\",\"\u5efa\u8a2d\u696d\u306e\u72ec\u7acb\"],\"articleSection\":[\"\u5efa\u8a2d\u696d\u5168\u4f53\u306e\u8a71\u3057\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/\",\"name\":\"\u8db3\u5834\u5c4b\u306f\u306a\u305c\u5012\u7523\u3059\u308b\u306e\u304b\uff5c\u72ec\u7acb\u3057\u3084\u3059\u3044\u696d\u754c\u307b\u3069\u6f70\u308c\u3084\u3059\u3044\u7406\u7531\u3092\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u3068\u8db3\u5834\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u304b\u3089\u8003\u3048\u308b - \u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-28T23:00:06+00:00\",\"description\":\"\u9cf6\u5de5\u4e8b\u696d\u306e\u5012\u7523\u304c2026\u5e741-8\u6708\u3067110\u4ef6\u3068\u904e\u53bb\u6700\u591a\u30da\u30fc\u30b9\u3067\u3059\u3002\u8db3\u5834\u5c4b\u304c\u6b21\u3005\u3068\u6d88\u3048\u3066\u3044\u304f\u7406\u7531\u3092\u3001\u72ec\u7acb\u306e\u3057\u3084\u3059\u3055\u3001\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u306e500\u4e07\u5186\u672a\u6e80\u306e\u58c1\u3068\u793e\u4f1a\u4fdd\u967a\u8981\u4ef6\u3001\u8db3\u5834\u6750\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u3068\u4eba\u4ef6\u8cbb\u306e\u91cd\u3055\u304b\u3089\u3001\u6cd5\u9762\u5de5\u4e8b\u306e\u4f1a\u793e\u3092\u7d4c\u55b6\u3059\u308b\u7acb\u5834\u3067\u89e3\u8aac\u3057\u307e\u3059\u3002\u72ec\u7acb\u524d\u306b\u899a\u3048\u305f\u3044\u539f\u4fa1\u306e\u8a08\u7b97\u3082\u7d39\u4ecb\u3057\u307e\u3059\u3002\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg\",\"width\":600,\"height\":338,\"caption\":\"\u8db3\u5834\u5c4b\u306f\u306a\u305c\u5012\u7523\u3059\u308b\u306e\u304b\uff1f\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"\u30db\u30fc\u30e0\",\"item\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"\u8db3\u5834\u5c4b\u306f\u306a\u305c\u5012\u7523\u3059\u308b\u306e\u304b\uff5c\u72ec\u7acb\u3057\u3084\u3059\u3044\u696d\u754c\u307b\u3069\u6f70\u308c\u3084\u3059\u3044\u7406\u7531\u3092\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u3068\u8db3\u5834\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u304b\u3089\u8003\u3048\u308b\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/\",\"name\":\"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e\",\"description\":\"\u6cd5\u9762\u306e\u4e8b\u3092\u672c\u6c17\u3067\u77e5\u308a\u305f\u3044\u3042\u306a\u305f\u3078\uff01\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u30ce\u30ea\u30e1\u30f3\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#organization\",\"name\":\"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e\",\"alternateName\":\"\u5869\u7530\u958b\u767a\u682a\u5f0f\u4f1a\u793e\",\"url\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/norimenman\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/norimenman\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/enta.d\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7e507d48b040ed0f7a88ef4625070b95\",\"name\":\"\u30a8\u30f3\u30bf\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g\",\"caption\":\"\u30a8\u30f3\u30bf\"},\"description\":\"\u5927\u624b\u6cd5\u9762\u5c02\u9580\u5efa\u8a2d\u4f1a\u793e\u306b\u5c31\u8077\u5f8c\u300132\u6b73\u3067\u72ec\u7acb\u3002 \u3042\u307e\u308a\u306e\u6687\u3055\u306b\u30d6\u30ed\u30b0\u3092\u958b\u8a2d\u3002\u6cd5\u9762\u306e\u30ce\u30a6\u30cf\u30a6\u3092\u516c\u958b\u3057\u3001\u3042\u308a\u3068\u3042\u3089\u3086\u308b\u8cea\u554f\u306b\u7b54\u3048\u3066\u304d\u307e\u3057\u305f\u3002 \u305d\u306e\u7d50\u679c\u3001\u6cd5\u9762\u696d\u8005\u3001\u5143\u8acb\u696d\u8005\u3001\u305d\u306e\u4ed6\u30bc\u30cd\u30b3\u30f3\u304b\u3089\u306e\u554f\u3044\u5408\u308f\u305b\u3001\u8cea\u554f\u3001\u53d7\u6ce8\u304c\u5897\u3048\u3066\u304d\u307e\u3057\u305f\u3002 \u30a2\u30e1\u30d6\u30ed\u3067\u306f\u30bd\u30b3\u30bd\u30b3\u95b2\u89a7\u304c\u5897\u3048\u3001 \u305d\u3053\u3067\u72ec\u81ea\u30c9\u30e1\u30a4\u30f3\u3092\u53d6\u5f97\u3057\u5c11\u3057\u3067\u3082\u5feb\u9069\u306a\u30d6\u30ed\u30b0\u3092\u76ee\u5dee\u3059\u3079\u304f\u3001\u30a2\u30e1\u30d6\u30ed\u304b\u3089\u306e\u5352\u696d\u3092\u6c7a\u3081\u307e\u3057\u305f\u3002 \u4eca\u5f8c\u3082\u3053\u3061\u3089\u3067\u5305\u307f\u96a0\u3055\u305a\u5168\u3066\u306e\u30ce\u30a6\u30cf\u30a6\u3092\u516c\u958b\u3057\u3066\u3044\u3053\u3046\u3068\u601d\u3063\u3066\u3044\u307e\u3059\u3002 \u4eca\u5f8c\u3068\u3082\u3088\u308d\u3057\u304f\u304a\u9858\u3044\u7533\u3057\u4e0a\u3052\u307e\u3059\u3002\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/enta-d.co.jp\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/norimenman\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/enta.d\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/norimenman\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/entadnorimenman\"]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\\\/#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/10\\\/site_title_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/10\\\/site_title_logo.png\",\"width\":220,\"height\":50,\"caption\":\"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Perusahaan Penyedia Perancah Bangkrut? | Alasan Mengapa Industri yang Mudah Dijalankan Secara Mandiri Justru Lebih Rentan Bangkrut: Sebuah Analisis Berdasarkan Izin Usaha Konstruksi dan Biaya Sewa Perancah - Sekolah Manajemen Lereng dari Shin-Ent","description":"Jumlah kebangkrutan usaha perancah mencapai 110 kasus pada Januari\u2013Agustus 2026, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah. Sebagai pemilik perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan lereng, saya akan menjelaskan alasan mengapa perusahaan penyedia perancah satu per satu menghilang, mulai dari kemudahan untuk berwirausaha, hambatan izin usaha konstruksi di bawah 5 juta yen dan persyaratan asuransi sosial, hingga beban biaya sewa bahan perancah dan biaya tenaga kerja. Saya juga akan memperkenalkan perhitungan biaya produksi yang perlu dipelajari sebelum memulai usaha sendiri.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/norimen.net\/id\/alasan-kebangkrutan-perusahaan-penyedia-perancah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"\u8db3\u5834\u5c4b\u306f\u306a\u305c\u5012\u7523\u3059\u308b\u306e\u304b\uff5c\u72ec\u7acb\u3057\u3084\u3059\u3044\u696d\u754c\u307b\u3069\u6f70\u308c\u3084\u3059\u3044\u7406\u7531\u3092\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u3068\u8db3\u5834\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u304b\u3089\u8003\u3048\u308b","og_description":"\u9cf6\u5de5\u4e8b\u696d\u306e\u5012\u7523\u304c2026\u5e741-8\u6708\u3067110\u4ef6\u3068\u904e\u53bb\u6700\u591a\u30da\u30fc\u30b9\u3067\u3059\u3002\u8db3\u5834\u5c4b\u304c\u6b21\u3005\u3068\u6d88\u3048\u3066\u3044\u304f\u7406\u7531\u3092\u3001\u72ec\u7acb\u306e\u3057\u3084\u3059\u3055\u3001\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u306e500\u4e07\u5186\u672a\u6e80\u306e\u58c1\u3068\u793e\u4f1a\u4fdd\u967a\u8981\u4ef6\u3001\u8db3\u5834\u6750\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u3068\u4eba\u4ef6\u8cbb\u306e\u91cd\u3055\u304b\u3089\u3001\u6cd5\u9762\u5de5\u4e8b\u306e\u4f1a\u793e\u3092\u7d4c\u55b6\u3059\u308b\u7acb\u5834\u3067\u89e3\u8aac\u3057\u307e\u3059\u3002\u72ec\u7acb\u524d\u306b\u899a\u3048\u305f\u3044\u539f\u4fa1\u306e\u8a08\u7b97\u3082\u7d39\u4ecb\u3057\u307e\u3059\u3002","og_url":"https:\/\/norimen.net\/id\/alasan-kebangkrutan-perusahaan-penyedia-perancah\/","og_site_name":"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/norimenman","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/norimenman\/","article_published_time":"2026-09-28T23:00:06+00:00","og_image":[{"width":600,"height":338,"url":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"\u30a8\u30f3\u30bf","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@norimenman","twitter_site":"@norimenman","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"\u30a8\u30f3\u30bf","Estimasi waktu membaca":"14 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/"},"author":{"name":"\u30a8\u30f3\u30bf","@id":"https:\/\/norimen.net\/#\/schema\/person\/7e507d48b040ed0f7a88ef4625070b95"},"headline":"\u8db3\u5834\u5c4b\u306f\u306a\u305c\u5012\u7523\u3059\u308b\u306e\u304b\uff5c\u72ec\u7acb\u3057\u3084\u3059\u3044\u696d\u754c\u307b\u3069\u6f70\u308c\u3084\u3059\u3044\u7406\u7531\u3092\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u3068\u8db3\u5834\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u304b\u3089\u8003\u3048\u308b","datePublished":"2026-09-28T23:00:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/"},"wordCount":13,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg","keywords":["\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef","\u8db3\u5834\u5c4b","\u9cf6\u5de5\u4e8b\u696d\u306e\u5012\u7523","\u5efa\u8a2d\u696d\u306e\u72ec\u7acb"],"articleSection":["\u5efa\u8a2d\u696d\u5168\u4f53\u306e\u8a71\u3057"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/","url":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/","name":"Mengapa Perusahaan Penyedia Perancah Bangkrut? | Alasan Mengapa Industri yang Mudah Dijalankan Secara Mandiri Justru Lebih Rentan Bangkrut: Sebuah Analisis Berdasarkan Izin Usaha Konstruksi dan Biaya Sewa Perancah - Sekolah Manajemen Lereng dari Shin-Ent","isPartOf":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg","datePublished":"2026-09-28T23:00:06+00:00","description":"Jumlah kebangkrutan usaha perancah mencapai 110 kasus pada Januari\u2013Agustus 2026, yang merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah. Sebagai pemilik perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan lereng, saya akan menjelaskan alasan mengapa perusahaan penyedia perancah satu per satu menghilang, mulai dari kemudahan untuk berwirausaha, hambatan izin usaha konstruksi di bawah 5 juta yen dan persyaratan asuransi sosial, hingga beban biaya sewa bahan perancah dan biaya tenaga kerja. Saya juga akan memperkenalkan perhitungan biaya produksi yang perlu dipelajari sebelum memulai usaha sendiri.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#primaryimage","url":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg","contentUrl":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg","width":600,"height":338,"caption":"\u8db3\u5834\u5c4b\u306f\u306a\u305c\u5012\u7523\u3059\u308b\u306e\u304b\uff1f"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"\u30db\u30fc\u30e0","item":"https:\/\/norimen.net\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"\u8db3\u5834\u5c4b\u306f\u306a\u305c\u5012\u7523\u3059\u308b\u306e\u304b\uff5c\u72ec\u7acb\u3057\u3084\u3059\u3044\u696d\u754c\u307b\u3069\u6f70\u308c\u3084\u3059\u3044\u7406\u7531\u3092\u5efa\u8a2d\u696d\u8a31\u53ef\u3068\u8db3\u5834\u30ea\u30fc\u30b9\u4ee3\u304b\u3089\u8003\u3048\u308b"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/norimen.net\/#website","url":"https:\/\/norimen.net\/","name":"Kursus Pengelolaan Lereng dari Shin-Enta","description":"Bagi Anda yang benar-benar ingin mengetahui tentang lereng!","publisher":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/#organization"},"alternateName":"\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u30ce\u30ea\u30e1\u30f3","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/norimen.net\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/norimen.net\/#organization","name":"Kursus Pengelolaan Lereng dari Shin-Enta","alternateName":"\u5869\u7530\u958b\u767a\u682a\u5f0f\u4f1a\u793e","url":"https:\/\/norimen.net\/","logo":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/norimenman","https:\/\/x.com\/norimenman","https:\/\/www.instagram.com\/enta.d"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/norimen.net\/#\/schema\/person\/7e507d48b040ed0f7a88ef4625070b95","name":"Hiburan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g","caption":"\u30a8\u30f3\u30bf"},"description":"Setelah bekerja di perusahaan konstruksi besar yang berspesialisasi dalam lereng, saya memutuskan untuk mandiri pada usia 32 tahun. Karena terlalu banyak waktu luang, saya membuka blog. Di sana, saya membagikan pengetahuan tentang lereng dan menjawab segala macam pertanyaan. Hasilnya, permintaan informasi, pertanyaan, dan pesanan dari kontraktor lereng, kontraktor utama, serta perusahaan konstruksi umum lainnya pun semakin meningkat. Jumlah pengunjung di Ameblo pun cukup meningkat, sehingga saya memutuskan untuk pindah dari Ameblo dengan membeli domain sendiri demi menciptakan blog yang lebih nyaman. Ke depannya, saya berencana untuk terus membagikan semua pengetahuan secara terbuka di sini. Mohon dukungan Anda terus menerus.","sameAs":["http:\/\/enta-d.co.jp\/","https:\/\/www.facebook.com\/norimenman\/","https:\/\/www.instagram.com\/enta.d\/","https:\/\/x.com\/norimenman","https:\/\/www.youtube.com\/c\/entadnorimenman"]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/norimen.net\/scaffolding-company-bankruptcy-reasons\/#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/site_title_logo.png","contentUrl":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/site_title_logo.png","width":220,"height":50,"caption":"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e"}]}},"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_sharing_enabled":true,"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-10-08 13:52:28","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/3660f29976afa4048fa551d509aa8b9f.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67233","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67233"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67233\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67243,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67233\/revisions\/67243"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67240"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67233"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67233"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67233"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}