{"id":67176,"date":"2026-09-25T08:00:53","date_gmt":"2026-09-24T23:00:53","guid":{"rendered":"https:\/\/norimen.net\/?p=67176"},"modified":"2026-09-24T22:42:40","modified_gmt":"2026-09-24T13:42:40","slug":"keputusan-pertama-dalam-penyusunan-teori-catur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/norimen.net\/id\/first-chess-theory-construction-decision\/","title":{"rendered":"Apakah Keputusan dalam 10 Detik dan 1 Jam Itu Sama? | Pemikiran dangkal seorang ahli talud tentang Teori First Chess"},"content":{"rendered":"<p>Halo semuanya.<\/p>\n<p>Ini Enta.<\/p>\n<p>Akhirnya mulai sedikit sibuk, ya.<\/p>\n<p>Entah kenapa, rasanya setiap tahun periode sibuknya terasa singkat ya...<\/p>\n<p>Cukup sekian pembicaraan sampingan ini.<\/p>\n<p>Kali ini kita akan membahas tentang \u201cwaktu yang dihabiskan untuk mengambil keputusan\u201d.<br \/>\nApakah hasilnya akan berbeda antara keputusan yang diambil dalam 10 detik dengan keputusan yang diambil setelah memikirkannya secara matang selama 1 jam?<br \/>\nAwalnya, saya teringat akan sebuah teori yang disebut \u201cTeori Catur Pertama\u201d, lalu saya mencoba menerapkannya pada konteks lapangan kerja di sektor konstruksi.<br \/>\nMeskipun di tengah-tengah pembahasan juga akan muncul topik mengenai kemiringan Mago pada kerangka hukum dan garis acuan, tolong anggap saja itu sekadar salah satu contoh saja, ya w<\/p>\n<h2>Apa itu Teori First Chess?<\/h2>\n<p>Ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa dalam permainan catur, langkah yang dipilih secara intuitif dalam waktu 5 detik dan langkah yang dipilih setelah dipikirkan secara matang selama 30 menit akan menghasilkan hasil yang sama, yaitu 86%.<br \/>\nHal ini dikenal sebagai \u201cTeori Catur Pertama\u201d dan sering diperkenalkan dalam buku-buku bisnis maupun artikel daring sebagai tips hidup yang berbunyi, \u201cJika ragu, percayalah pada ide pertama yang muncul.\u201d<\/p>\n<p>Sederhananya, apakah keputusan itu diambil dalam 10 detik atau dalam 1 jam, hasil yang diperoleh, yaitu 86%, tetap tidak berubah.<br \/>\nMaka, menurut logika tersebut, menghabiskan waktu satu jam untuk merenung adalah hal yang sia-sia; lebih baik langsung mengambil keputusan berdasarkan jawaban pertama yang terlintas di benak.<br \/>\nSaya rasa banyak di antara Anda yang pernah menjumpai ungkapan seperti, \u201cJangan ubah jawaban yang pertama kali terlintas dalam wawancara,\u201d atau \u201cProposal yang dipilih berdasarkan intuisi pada akhirnya akan disetujui,\u201d dalam konteks seperti itu.<\/p>\n<p>Bahkan Bruce Lee pun pernah berkata, \u201cJangan berpikir, rasakan saja!\u201d hahaha<\/p>\n<p>Jika ditelusuri asal-usulnya, teori ini tampaknya didasarkan pada penelitian tentang catur, namun seiring diperkenalkannya teori ini dalam buku-buku bisnis dan artikel-artikel pengembangan diri, teori ini sepertinya telah berkembang menjadi gagasan yang cukup kuat bahwa \u201cintuisi lebih unggul\u201d.<br \/>\nSaya sendiri pertama kali mengetahui istilah ini dari sebuah artikel di internet, tapi saat itu saya hanya berpikir, \u201cOh, jadi kalau ragu, ikuti saja intuisi, ya?\u201d dengan sikap yang cukup santai (tertawa).<\/p>\n<p>Saat pertama kali mendengar cerita ini, saya berpikir, \u201cOh, ternyata cerita ini cukup mirip dengan keputusan yang diambil di lapangan.\u201d<br \/>\nSoalnya, ada cukup banyak momen di mana seorang pengawas lapangan terlihat langsung mengambil keputusan begitu melihatnya sekilas.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-67181\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/5a041fe40252a151a2e8b1fd93d09cb8.jpg\" alt=\"Seorang manajer yang membandingkan papan catur dengan gambar kerangka hukum\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<hr \/>\n<h2>Menerapkannya pada lokasi konstruksi | Kemiringan tiang penopang pada kerangka hukum dan garis acuan<\/h2>\n<p>Mari kita coba terapkan hal ini pada konteks di lapangan.<\/p>\n<p>Dalam pekerjaan pemasangan rangka penahan, setiap kali harus diputuskan ke arah mana rangka penahan akan dimiringkan secara vertikal saat dipasang, serta di mana garis horizontal yang menjadi patokan akan diletakkan.<\/p>\n<p>Terutama saat melewati tikungan atau di lokasi kerja yang banyak tikungannya.<br \/>\nDalam kasus saya, berdasarkan pengalaman, garis acuan pertama biasanya saya letakkan setinggi mata, kira-kira antara 1,5 m hingga 1,6 m.<br \/>\nKeputusan ini hampir seketika; bukan karena saya memikirkannya berlama-lama, melainkan lebih mirip perasaan yang muncul begitu saya tiba di lokasi, di mana saya langsung berpikir, \u201cInilah tempatnya.\u201d<\/p>\n<p>Selanjutnya adalah penampilan H\u014dch\u014d dan keseluruhan tampilan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-66296\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/81ff9b781e905798b3c182912a9119ae.jpg\" alt=\"Perbedaan Tampilan Bingkai Hukum Tergantung Posisi Mago | Mago Bawah dan Mago Atas\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<p>Di sisi lain, jika sutradara muda yang baru memulai kariernya diminta untuk mengambil keputusan yang sama, ia akan ragu-ragu cukup lama.<br \/>\nAdalah pemandangan yang umum terjadi ketika seseorang mencoba beberapa pola ketinggian, memasang dan melepas tali air, melihatnya dari kejauhan lalu kembali lagi, dan mengulangi proses tersebut berulang kali hingga akhirnya menentukan posisi satu tali.<\/p>\n<p>Ini memang saat yang bikin para pengrajin kesal, ya w<\/p>\n<p>Yang menarik adalah, baik kita menghabiskan waktu lama maupun tidak, pada akhirnya posisi yang akan kita capai sebenarnya tidak jauh berbeda.<br \/>\nBaik posisi yang saya tentukan dalam 10 detik maupun posisi yang ditentukan oleh anak-anak muda setelah 30 menit merenungkannya, pada akhirnya sering kali berada di tempat yang berdekatan.<br \/>\nJika demikian, saya merasa bahwa pernyataan yang dikemukakan dalam Teori First Chess, yaitu \u201cmeskipun membutuhkan waktu lebih lama, hasilnya tidak akan jauh berbeda\u201d, juga cukup berlaku dalam praktik penerapan kerangka hukum.<\/p>\n<p>Saya mencoba memikirkan mengapa hasilnya hampir sama, baik jika menghabiskan waktu maupun tidak.<br \/>\nJawaban yang diberikan oleh sutradara muda dalam waktu 30 menit itu, pada akhirnya sebagian besar waktunya dihabiskan untuk memastikan, \u201cApakah ini sudah benar? Apakah ini sudah cukup?\u201d<br \/>\nDi sisi lain, saya rasa alasan saya bisa mengambil keputusan dalam 10 detik adalah karena saya sudah menyelesaikan proses pengecekan itu di dalam pikiran saya sebelum memulai.<br \/>\nArtinya, meskipun isi dari waktu yang dihabiskan berbeda, hal yang dilakukan itu sendiri tidak terlalu berbeda, bukan?<\/p>\n<p>Hal serupa juga saya rasakan dalam situasi di luar kerangka hukum.<br \/>\nMisalnya, ketika cuaca mulai terlihat tidak menentu saat pekerjaan penyemprotan sedang berlangsung, keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan pekerjaan sering kali diambil dalam sekejap di lokasi proyek.<br \/>\nJika sutradara masih kurang berpengalaman, ia akan menghabiskan waktu cukup lama\u2014misalnya, menatap langit sebentar sambil mengamati situasi, lalu berkonsultasi dengan bos sebelum mengambil keputusan, atau bahkan bosnya sudah tidak sabar dan mengancam, \u201cKalau begini terus, aku akan berhenti!\u201d\u2014sedangkan sutradara berpengalaman akan langsung memutuskan di tempat, \u201cHari ini cukup sampai di sini saja.\u201d<br \/>\nNamun, jika dipikirkan kembali, hasilnya ternyata tidak jauh berbeda dengan orang yang mengambil waktu lebih lama untuk mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Saya pernah mendengar bahwa angka akhir yang dihasilkan tidak jauh berbeda antara orang yang bisa menentukan harga satuan penawaran dalam sekejap dengan orang yang menggaruk-garuk kepala sambil memegang kalkulator selama puluhan menit. (Itu saya, hehe.)<br \/>\nSaya rasa hal serupa juga sering terjadi dalam situasi yang berkaitan dengan keputusan manajemen.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-49005\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/R0013965-1.jpg\" alt=\"Pekerja Perakitan Tulangan Bawah\" width=\"600\" height=\"450\" srcset=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/R0013965-1.jpg 600w, https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/R0013965-1-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<hr \/>\n<h2>Saran agar jangan begitu saja mempercayai 86%<\/h2>\n<p>Namun, saya menemukan sebuah artikel yang menyebutkan bahwa berbahaya jika langsung mempercayai teori First Chess ini begitu saja.<br \/>\nIni adalah artikel yang ditulis oleh Kazunari Yonemitsu, seorang penulis game.<\/p>\n<p>Menurut artikel ini, pertama-tama, angka \u201c86%\u201d itu sendiri tidak memiliki sumber yang jelas.<br \/>\nMeskipun sering dibahas di internet, tampaknya bahkan Pak Yonemitsu pun tidak berhasil menemukan di mana letak penelitian aslinya.<br \/>\nSaya juga sependapat mengenai hal ini; saya mendapat kesan bahwa angka-angka itu seolah-olah berjalan sendiri.<\/p>\n<p>Hal yang menurut saya lebih penting lagi adalah, bahwa kemampuan seorang grandmaster catur untuk mengambil keputusan dalam waktu 5 detik bukanlah hasil dari ide yang muncul begitu saja dari ketiadaan, melainkan didasarkan pada akumulasi pengalaman bertanding dan penelitian yang sangat luas.<br \/>\nHal yang sama berlaku untuk pembahasan mengenai bingkai hukum tadi; alasan saya bisa menentukan garis acuan dalam 10 detik adalah karena saya memiliki pengalaman menyusun ratusan bingkai hingga saat ini. (Sebenarnya, 10 detik itu mustahil, hehe.)<br \/>\nJika seorang pelatih muda yang masih kurang berpengalaman mencoba menentukan batas waktu 10 detik dengan cara yang sama, kemungkinan besar ia akan menggambar garis di posisi yang sangat tidak tepat.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-67182\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/ff3dd6c3de38e90b86867e99540790c9.jpg\" alt=\"86% Diagram lingkaran dan bidak shogi berwarna biru tua\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<p>Selain itu, Yonemitsu juga menunjukkan bahwa jika \u201c86% sama\u201d, maka sebaliknya \u201c14% berbeda\u201d, dan perbedaan kemampuan justru ditentukan oleh 14% tersebut.<br \/>\nIni bukanlah masalah yang bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan intuisi semata, melainkan nilai sesungguhnya terletak pada proses berpikir untuk mengisi 141 TP3T yang tersisa\u2014dan saya pun sependapat dengan hal ini.<br \/>\nPenting juga untuk memastikan bahwa garis acuan kerangka hukum, setelah ditandai pada ketinggian mata, hasilnya terlihat bagus saat diperiksa menggunakan alat pengukur ketinggian otomatis.<br \/>\nProses ini mencakup langkah-langkah mulai dari menentukan posisi berdasarkan intuisi hingga memastikan posisi tersebut didukung oleh angka.<br \/>\nJika hanya soal kerangka hukum, sekilas saja sudah cukup, tapi karena ini menyangkut lereng yang berkaitan dengan keselamatan publik, maka harus diperiksa dengan teliti.<\/p>\n<p>Intuisinya adalah alat untuk menebak jawaban yang benar, dan itu bukanlah alasan untuk malas memeriksa jawaban, bukan?<\/p>\n<p>Hal ini membuat saya kembali menyadari hal tersebut setelah membaca artikel ini.<br \/>\nJika kita hanya mempercayai argumen bahwa \u201cmeskipun menghabiskan waktu, hasilnya tetap tidak akan berubah\u201d, hal itu berpotensi menimbulkan kecelakaan yang tidak terduga di lapangan.<br \/>\nItulah sebabnya, penting juga untuk sengaja memberi waktu kepada anggota yang masih kurang berpengalaman agar mereka dapat melakukan pengecekan dengan teliti.<\/p>\n<p>Dalam artikel ini, Yonemitsu juga mengutip buku karya pemain shogi Yoshiharu Habu yang berjudul *Intuisi* (PHP Research Institute).<br \/>\nMeskipun Hanyu bukanlah pemain catur melainkan pemain shogi, ia menulis hal berikut mengenai apa yang disebut intuisi.<\/p>\n<p><strong>\u201cIntuisi tidak muncul begitu saja dari ketiadaan. Intuisi harus dibangun berdasarkan pengalaman yang diperoleh setelah berpikir berulang kali dan mencoba berbagai hal.\u201d<\/strong><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-67183\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/270995338c286f8f82afe04a030c32a7.jpg\" alt=\"Pengawas lapangan yang menunjukkan garis acuan\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<hr \/>\n<h2>Perkataan bahwa yang terpenting bukanlah lamanya waktu, melainkan akumulasi pengalaman<\/h2>\n<p>Setelah memikirkannya sejauh ini, inilah yang saya pikirkan.<br \/>\nHasilnya tidak akan berubah, baik dalam 10 detik maupun 1 jam, kecuali jika orang tersebut telah memiliki pengalaman yang cukup.<br \/>\nSelama pengalaman Anda masih terbatas, menghabiskan waktu untuk merenungkan sesuatu sebenarnya memiliki arti tersendiri.<\/p>\n<p>Kemampuan untuk dengan mudah menentukan standar di lapangan itu juga bukanlah sesuatu yang sudah saya kuasai sejak awal, lho.<br \/>\nArtinya, setelah mengerjakan ratusan proyek dan berulang kali mencoba ini dan itu, akhirnya saya bisa mengambil keputusan dalam waktu 10 detik.<br \/>\nBisa dibilang, akumulasi kesalahan dan perbaikan yang terjadi di lapangan selama ini lah yang membentuk \u201c10 detik\u201d saat ini.<\/p>\n<p>Baik jawaban yang diperoleh setelah memikirkannya dengan matang maupun jawaban yang langsung terlontar, pada dasarnya keduanya berasal dari pengalaman yang sama.<br \/>\nKalau dipikir-pikir, menurut saya agak disayangkan kalau kita hanya melihat hasilnya saja lalu langsung mengkategorikan seseorang sebagai \u201cpunya selera\u201d atau \u201ctidak punya selera\u201d.<\/p>\n<p>Itulah sebabnya, saya tidak terlalu suka ungkapan seperti, \u201cOrang itu punya selera yang bagus.\u201d<br \/>\nDi balik semua itu, pasti ada proses coba-coba dan kegagalan dalam jumlah yang luar biasa besar.<br \/>\nJika hal itu disimpulkan sekadar dengan kata-kata seperti \u201cselera\u201d atau \u201cbakat untuk mengambil keputusan dalam sekejap\u201d, saya merasa usaha yang telah dilakukan orang tersebut menjadi tidak terlihat.<\/p>\n<p>Para peserta magang teknis di tempat kami pun awalnya tidak bisa melakukan apa-apa, tetapi setelah 3 tahun, mereka mulai mengerti apa yang harus dilakukan berdasarkan pengalaman.<br \/>\nMeskipun pada awalnya Anda mungkin merasa bingung dalam melakukan apa pun, seiring bertambahnya pengalaman, Anda akan semakin mampu mengambil keputusan tanpa ragu.<br \/>\n\u201cMungkin terlihat seolah-olah saya bisa mengambil keputusan dalam 10 detik sekarang, tapi sebenarnya ini juga karena saya sudah berkali-kali gagal di masa lalu,\u201d demikian katanya.<\/p>\n<p>Sebaliknya, menurut saya, tidaklah baik untuk terburu-buru mendesak sutradara atau pengrajin muda yang sedang memikirkan sesuatu dengan cermat, dengan mengatakan bahwa mereka \u201clambat\u201d.<br \/>\nHal itu karena waktu tersebut merupakan proses penumpukan yang hanya bisa dilakukan saat ini, yang pada akhirnya akan berkurang menjadi 10 detik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-67183\" src=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/270995338c286f8f82afe04a030c32a7.jpg\" alt=\"Pengawas lapangan yang menunjukkan garis acuan\" width=\"600\" height=\"338\" \/><\/p>\n<hr \/>\n<p>Pada akhirnya, baik keputusan yang diambil dalam 10 detik maupun dalam 1 jam, saya rasa yang mendasari semuanya adalah jumlah pengalaman yang telah terkumpul.<br \/>\nBukan berarti seseorang hebat hanya karena menghabiskan banyak waktu, atau memiliki selera yang bagus hanya karena mengambil keputusan dengan cepat; yang terpenting adalah seberapa banyak pengalaman yang telah ia kumpulkan sebelumnya.<\/p>\n<p>Menurut saya, teori First Chess juga masuk akal jika diterapkan oleh orang yang sudah berpengalaman.<br \/>\nNamun, jika kita hanya memanfaatkan alasan tersebut demi kepentingan sendiri dan mencoba memaksakan segala sesuatu berdasarkan intuisi sejak tahap awal ketika pengalaman kita masih minim, pada akhirnya kita pasti akan menuai akibatnya.<\/p>\n<p>Di tempat kerja kami, kami meminta para pekerja muda untuk terlebih dahulu menyelesaikan banyak pekerjaan, agar mereka dapat menetapkan standar mereka sendiri dari situ.<br \/>\nBukan berarti \"jangan terburu-buru\", tapi pada akhirnya saya rasa itulah jalan pintas yang paling baik.<\/p>\n<p>Sampai jumpa lagi.<\/p>\n<p>## Gambar penarik perhatian<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u2014<\/p>\n<p>## Sumber berita dan bahan referensi yang digunakan (tidak disertakan di WordPress)<\/p>\n<p>\u2013 Kazunari Yonemitsu, \u201cKebohongan \u2018Teori First Chess\u2019 yang akan dimengerti oleh para penggemar game. Waspadalah terhadap orang-orang yang mengatakan, \u2018Percayalah pada intuisi Anda sendiri\u2019\u201d QJWeb (Quick Japan Web) https:\/\/qjweb.jp\/journal\/43347\/ (URL yang diberikan oleh Enta-san. Isi telah diverifikasi oleh Claude)<br \/>\n\u2013 Yoshiharu Habu, *Intuisi*, PHP Kenkyujo (PHP Shinsho, kemudian diterbitkan ulang dalam seri PHP Bunko). Kutipan menggunakan teks yang disajikan oleh Enta-san, dengan hanya memperbaiki satu kesalahan ketik yang jelas (\u201cokana neba\u201d \u2192 \u201cokane ba\u201d). Belum dilakukan pengecekan dengan halaman sumber aslinya.<br \/>\n\u2013 Untuk memastikan tidak ada duplikasi dengan artikel sebelumnya, saya melakukan pencarian di norimen.net dan menemukan artikel \u201c90% Kerangka Hukum Bergantung pada Penampilan\u201d, \u201c90% Kerangka Hukum Bergantung pada Penampilan (Bagian 2: Kerangka Horizontal)\u201d, \u201cJika Pengalaman Ditingkatkan Dulu, Emas Akan Bertambah Nanti\u201d, serta \u201cAlasan Metode Desain dalam Praktik Pemasangan Tulangan Besi adalah Agar Susunan Tampak Rapi\u201d. Semua artikel tersebut membahas cara menyembunyikan mago, teori karier, dan penataan tulangan baja sebagai topik utamanya; karena sudut pandangnya berbeda dengan artikel ini, maka dinilai tidak ada duplikasi.<\/p>\n<p>## Catatan Serah Terima (Tidak akan diposting di WordPress)<\/p>\n<p>\u2013 \u3010Perubahan Struktur\u3011Edisi sebelumnya memiliki struktur yang mengangkat tema \u201cKemiringan Kerangka Hukum dan Cara Menentukan Garis Acuan\u201d dengan menggunakan Teori First Chess sebagai bahan pendukung; namun, berdasarkan masukan dari Enta-san, saya telah membalik urutan utama dan pendukungnya. Pertanyaan \u201cApakah keputusan yang diambil dalam 10 detik dan 1 jam akan menghasilkan hasil yang berbeda?\u201d kini dijadikan tema utama, sedangkan pembahasan mengenai kemiringan kerangka hukum dan garis acuan diposisikan sebagai salah satu \u201cperumpamaan\u201d yang diterapkan pada lokasi konstruksi. Judul, susunan subjudul, dan pengantar teks utama telah ditulis ulang sepenuhnya.<br \/>\n\u2013 Jenis artikel: Sesuai permintaan Enta, artikel SEO (4.000\u20136.000 karakter).<br \/>\n\u2013 Dalam kutipan dari Yoshiharu Hanyu, kami menilai bahwa frasa \u201c\u84c4\u7a4d\u3055\u305b\u3066\u304a\u304b\u306a\u306d\u3070\u306a\u3089\u306a\u3044\u201d dalam teks asli yang disajikan oleh Enta merupakan kesalahan ketik yang jelas, sehingga kami telah memperbaikinya menjadi \u201c\u84c4\u7a4d\u3055\u305b\u3066\u304a\u304b\u306d\u3070\u306a\u3089\u306a\u3044\u201d sebelum dipublikasikan. Karena perbandingan dengan sumber aslinya belum diverifikasi, kami juga mencantumkan catatan pengecualian dalam teks utama.<br \/>\n\u2013 Karena sumber \u201c86%\u201d disebutkan tidak jelas bahkan dalam artikel qjweb, maka dalam teks ini kami tidak membuat pernyataan yang pasti, melainkan mengangkatnya dengan nada \u201csering disebut-sebut\u201d.<br \/>\n\u2013 Kalimat \u201cBaik posisi yang saya tentukan dalam 10 detik maupun posisi yang ditentukan oleh anak-anak muda setelah 30 menit merenungkannya, pada akhirnya akan berada di tempat yang berdekatan\u201d ditulis dalam bentuk pernyataan pasti berdasarkan pengalaman Ent\u0101 di lapangan. Jika hal ini terasa berbeda dengan pengalaman Anda yang sebenarnya, mohon beri tahu saya.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Halo semuanya. Ini Enta. Akhirnya mulai sedikit sibuk, ya. Rasanya setiap tahun periode sibuknya selalu terasa singkat... Tapi, mari kita tinggalkan topik itu sejenak. Kali ini, kita akan membahas tentang \u201cwaktu yang dihabiskan untuk mengambil keputusan\u201d. Antara keputusan yang diambil dalam 10 detik dan keputusan yang diambil setelah memikirkannya dengan matang selama 1 jam, apakah\u2026<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":67187,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_total_topic_count_hidden":0,"_bbp_total_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[4529,14271],"tags":[61,202,5520,14443,14550,14551],"class_list":["post-67176","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-for-everyone","category-construction-industry-3","tag-61","tag-202","tag-5520","tag-14443","tag-14550","tag-14551"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v28.5 (Yoast SEO v28.5) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u30681\u6642\u9593\u306e\u5224\u65ad\u306f\u540c\u3058\u304b\uff5c\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u6cd5\u9762\u5c4b\u304c\u6d45\u306f\u304b\u306b\u8003\u3048\u308b - \u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"\u76f4\u611f\u3067\u6c7a\u3081\u305f10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u3068\u30011\u6642\u9593\u60a9\u3093\u3067\u51fa\u3057\u305f\u5224\u65ad\u306f\u3001\u672c\u5f53\u306b\u7d50\u679c\u304c\u5909\u308f\u3089\u306a\u3044\u306e\u304b\u3002\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u624b\u304c\u304b\u308a\u306b\u3001\u6cd5\u67a0\u306e\u50be\u304d\u306a\u3069\u5efa\u8a2d\u73fe\u5834\u306e\u5224\u65ad\u3092\u4f8b\u306b\u3057\u306a\u304c\u3089\u3001\u6642\u9593\u3092\u304b\u3051\u308b\u610f\u5473\u3068\u7d4c\u9a13\u306e\u95a2\u4fc2\u3092\u3001\u73fe\u5834\u76ee\u7dda\u3067\u3058\u3063\u304f\u308a\u6398\u308a\u4e0b\u3052\u3066\u89e3\u8aac\u3057\u3066\u3044\u304d\u307e\u3059\u3002\u5224\u65ad\u306b\u8ff7\u3046\u82e5\u624b\u306b\u3082\u305c\u3072\u3002\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/norimen.net\/id\/keputusan-pertama-dalam-penyusunan-teori-catur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u30681\u6642\u9593\u306e\u5224\u65ad\u306f\u540c\u3058\u304b\uff5c\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u6cd5\u9762\u5c4b\u304c\u6d45\u306f\u304b\u306b\u8003\u3048\u308b\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u76f4\u611f\u3067\u6c7a\u3081\u305f10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u3068\u30011\u6642\u9593\u60a9\u3093\u3067\u51fa\u3057\u305f\u5224\u65ad\u306f\u3001\u672c\u5f53\u306b\u7d50\u679c\u304c\u5909\u308f\u3089\u306a\u3044\u306e\u304b\u3002\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u624b\u304c\u304b\u308a\u306b\u3001\u6cd5\u67a0\u306e\u50be\u304d\u306a\u3069\u5efa\u8a2d\u73fe\u5834\u306e\u5224\u65ad\u3092\u4f8b\u306b\u3057\u306a\u304c\u3089\u3001\u6642\u9593\u3092\u304b\u3051\u308b\u610f\u5473\u3068\u7d4c\u9a13\u306e\u95a2\u4fc2\u3092\u3001\u73fe\u5834\u76ee\u7dda\u3067\u3058\u3063\u304f\u308a\u6398\u308a\u4e0b\u3052\u3066\u89e3\u8aac\u3057\u3066\u3044\u304d\u307e\u3059\u3002\u5224\u65ad\u306b\u8ff7\u3046\u82e5\u624b\u306b\u3082\u305c\u3072\u3002\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/norimen.net\/id\/keputusan-pertama-dalam-penyusunan-teori-catur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/norimenman\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/norimenman\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-24T23:00:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"\u30a8\u30f3\u30bf\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@norimenman\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@norimenman\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\u30a8\u30f3\u30bf\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"15 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"\u30a8\u30f3\u30bf\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7e507d48b040ed0f7a88ef4625070b95\"},\"headline\":\"10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u30681\u6642\u9593\u306e\u5224\u65ad\u306f\u540c\u3058\u304b\uff5c\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u6cd5\u9762\u5c4b\u304c\u6d45\u306f\u304b\u306b\u8003\u3048\u308b\",\"datePublished\":\"2026-09-24T23:00:53+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/\"},\"wordCount\":29,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg\",\"keywords\":[\"\u6cd5\u67a0\u5de5\",\"\u73fe\u5834\u76e3\u7763\",\"\u6cd5\u9762\u5de5\u4e8b\",\"\u73fe\u5834\u5224\u65ad\",\"\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\",\"\u76f4\u611f\u3068\u7d4c\u9a13\"],\"articleSection\":[\"\u4e00\u822c\u4eba\u5411\u3051(\u4ed6\u696d\u7a2e)\",\"\u5efa\u8a2d\u696d\u5168\u4f53\u306e\u8a71\u3057\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/\",\"name\":\"10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u30681\u6642\u9593\u306e\u5224\u65ad\u306f\u540c\u3058\u304b\uff5c\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u6cd5\u9762\u5c4b\u304c\u6d45\u306f\u304b\u306b\u8003\u3048\u308b - \u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg\",\"datePublished\":\"2026-09-24T23:00:53+00:00\",\"description\":\"\u76f4\u611f\u3067\u6c7a\u3081\u305f10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u3068\u30011\u6642\u9593\u60a9\u3093\u3067\u51fa\u3057\u305f\u5224\u65ad\u306f\u3001\u672c\u5f53\u306b\u7d50\u679c\u304c\u5909\u308f\u3089\u306a\u3044\u306e\u304b\u3002\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u624b\u304c\u304b\u308a\u306b\u3001\u6cd5\u67a0\u306e\u50be\u304d\u306a\u3069\u5efa\u8a2d\u73fe\u5834\u306e\u5224\u65ad\u3092\u4f8b\u306b\u3057\u306a\u304c\u3089\u3001\u6642\u9593\u3092\u304b\u3051\u308b\u610f\u5473\u3068\u7d4c\u9a13\u306e\u95a2\u4fc2\u3092\u3001\u73fe\u5834\u76ee\u7dda\u3067\u3058\u3063\u304f\u308a\u6398\u308a\u4e0b\u3052\u3066\u89e3\u8aac\u3057\u3066\u3044\u304d\u307e\u3059\u3002\u5224\u65ad\u306b\u8ff7\u3046\u82e5\u624b\u306b\u3082\u305c\u3072\u3002\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg\",\"width\":600,\"height\":338,\"caption\":\"10\u79d2\u30681\u6642\u9593\u306e\u5224\u65ad\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"\u30db\u30fc\u30e0\",\"item\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u30681\u6642\u9593\u306e\u5224\u65ad\u306f\u540c\u3058\u304b\uff5c\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u6cd5\u9762\u5c4b\u304c\u6d45\u306f\u304b\u306b\u8003\u3048\u308b\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/\",\"name\":\"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e\",\"description\":\"\u6cd5\u9762\u306e\u4e8b\u3092\u672c\u6c17\u3067\u77e5\u308a\u305f\u3044\u3042\u306a\u305f\u3078\uff01\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u30ce\u30ea\u30e1\u30f3\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":[\"Organization\",\"Place\"],\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#organization\",\"name\":\"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e\",\"alternateName\":\"\u5869\u7530\u958b\u767a\u682a\u5f0f\u4f1a\u793e\",\"url\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/\",\"logo\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#local-main-organization-logo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#local-main-organization-logo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/norimenman\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/norimenman\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/enta.d\"],\"telephone\":[],\"openingHoursSpecification\":[{\"@type\":\"OpeningHoursSpecification\",\"dayOfWeek\":[\"Monday\",\"Tuesday\",\"Wednesday\",\"Thursday\",\"Friday\",\"Saturday\",\"Sunday\"],\"opens\":\"09:00\",\"closes\":\"17:00\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/7e507d48b040ed0f7a88ef4625070b95\",\"name\":\"\u30a8\u30f3\u30bf\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g\",\"caption\":\"\u30a8\u30f3\u30bf\"},\"description\":\"\u5927\u624b\u6cd5\u9762\u5c02\u9580\u5efa\u8a2d\u4f1a\u793e\u306b\u5c31\u8077\u5f8c\u300132\u6b73\u3067\u72ec\u7acb\u3002 \u3042\u307e\u308a\u306e\u6687\u3055\u306b\u30d6\u30ed\u30b0\u3092\u958b\u8a2d\u3002\u6cd5\u9762\u306e\u30ce\u30a6\u30cf\u30a6\u3092\u516c\u958b\u3057\u3001\u3042\u308a\u3068\u3042\u3089\u3086\u308b\u8cea\u554f\u306b\u7b54\u3048\u3066\u304d\u307e\u3057\u305f\u3002 \u305d\u306e\u7d50\u679c\u3001\u6cd5\u9762\u696d\u8005\u3001\u5143\u8acb\u696d\u8005\u3001\u305d\u306e\u4ed6\u30bc\u30cd\u30b3\u30f3\u304b\u3089\u306e\u554f\u3044\u5408\u308f\u305b\u3001\u8cea\u554f\u3001\u53d7\u6ce8\u304c\u5897\u3048\u3066\u304d\u307e\u3057\u305f\u3002 \u30a2\u30e1\u30d6\u30ed\u3067\u306f\u30bd\u30b3\u30bd\u30b3\u95b2\u89a7\u304c\u5897\u3048\u3001 \u305d\u3053\u3067\u72ec\u81ea\u30c9\u30e1\u30a4\u30f3\u3092\u53d6\u5f97\u3057\u5c11\u3057\u3067\u3082\u5feb\u9069\u306a\u30d6\u30ed\u30b0\u3092\u76ee\u5dee\u3059\u3079\u304f\u3001\u30a2\u30e1\u30d6\u30ed\u304b\u3089\u306e\u5352\u696d\u3092\u6c7a\u3081\u307e\u3057\u305f\u3002 \u4eca\u5f8c\u3082\u3053\u3061\u3089\u3067\u5305\u307f\u96a0\u3055\u305a\u5168\u3066\u306e\u30ce\u30a6\u30cf\u30a6\u3092\u516c\u958b\u3057\u3066\u3044\u3053\u3046\u3068\u601d\u3063\u3066\u3044\u307e\u3059\u3002 \u4eca\u5f8c\u3068\u3082\u3088\u308d\u3057\u304f\u304a\u9858\u3044\u7533\u3057\u4e0a\u3052\u307e\u3059\u3002\",\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/enta-d.co.jp\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/norimenman\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/enta.d\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/norimenman\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/c\\\/entadnorimenman\"]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/first-chess-theory-construction-decision\\\/#local-main-organization-logo\",\"url\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/10\\\/site_title_logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/norimen.net\\\/wordpress\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2016\\\/10\\\/site_title_logo.png\",\"width\":220,\"height\":50,\"caption\":\"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apakah Keputusan dalam 10 Detik dan 1 Jam Sama? | Pemikiran Sederhana Seorang Ahli Lereng tentang Teori Catur Cepat - Sekolah Manajemen Lereng Shin-Enta","description":"Apakah hasil dari keputusan yang diambil dalam 10 detik berdasarkan intuisi benar-benar tidak berbeda dengan keputusan yang diambil setelah 1 jam merenung? Dengan mengacu pada Teori Catur Pertama, serta menggunakan contoh-contoh pengambilan keputusan di lokasi konstruksi\u2014seperti kemiringan rangka hukum\u2014kami akan mengupas dan menjelaskan secara mendalam, dari sudut pandang lapangan, hubungan antara makna menghabiskan waktu dan pengalaman. Artikel ini sangat direkomendasikan bagi para pekerja muda yang sering ragu dalam mengambil keputusan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/norimen.net\/id\/keputusan-pertama-dalam-penyusunan-teori-catur\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u30681\u6642\u9593\u306e\u5224\u65ad\u306f\u540c\u3058\u304b\uff5c\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u6cd5\u9762\u5c4b\u304c\u6d45\u306f\u304b\u306b\u8003\u3048\u308b","og_description":"\u76f4\u611f\u3067\u6c7a\u3081\u305f10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u3068\u30011\u6642\u9593\u60a9\u3093\u3067\u51fa\u3057\u305f\u5224\u65ad\u306f\u3001\u672c\u5f53\u306b\u7d50\u679c\u304c\u5909\u308f\u3089\u306a\u3044\u306e\u304b\u3002\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u624b\u304c\u304b\u308a\u306b\u3001\u6cd5\u67a0\u306e\u50be\u304d\u306a\u3069\u5efa\u8a2d\u73fe\u5834\u306e\u5224\u65ad\u3092\u4f8b\u306b\u3057\u306a\u304c\u3089\u3001\u6642\u9593\u3092\u304b\u3051\u308b\u610f\u5473\u3068\u7d4c\u9a13\u306e\u95a2\u4fc2\u3092\u3001\u73fe\u5834\u76ee\u7dda\u3067\u3058\u3063\u304f\u308a\u6398\u308a\u4e0b\u3052\u3066\u89e3\u8aac\u3057\u3066\u3044\u304d\u307e\u3059\u3002\u5224\u65ad\u306b\u8ff7\u3046\u82e5\u624b\u306b\u3082\u305c\u3072\u3002","og_url":"https:\/\/norimen.net\/id\/keputusan-pertama-dalam-penyusunan-teori-catur\/","og_site_name":"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/norimenman","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/norimenman\/","article_published_time":"2026-09-24T23:00:53+00:00","og_image":[{"width":600,"height":338,"url":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"\u30a8\u30f3\u30bf","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@norimenman","twitter_site":"@norimenman","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"\u30a8\u30f3\u30bf","Estimasi waktu membaca":"15 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/"},"author":{"name":"\u30a8\u30f3\u30bf","@id":"https:\/\/norimen.net\/#\/schema\/person\/7e507d48b040ed0f7a88ef4625070b95"},"headline":"10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u30681\u6642\u9593\u306e\u5224\u65ad\u306f\u540c\u3058\u304b\uff5c\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u6cd5\u9762\u5c4b\u304c\u6d45\u306f\u304b\u306b\u8003\u3048\u308b","datePublished":"2026-09-24T23:00:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/"},"wordCount":29,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg","keywords":["\u6cd5\u67a0\u5de5","\u73fe\u5834\u76e3\u7763","\u6cd5\u9762\u5de5\u4e8b","\u73fe\u5834\u5224\u65ad","\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6","\u76f4\u611f\u3068\u7d4c\u9a13"],"articleSection":["\u4e00\u822c\u4eba\u5411\u3051(\u4ed6\u696d\u7a2e)","\u5efa\u8a2d\u696d\u5168\u4f53\u306e\u8a71\u3057"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/","url":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/","name":"Apakah Keputusan dalam 10 Detik dan 1 Jam Sama? | Pemikiran Sederhana Seorang Ahli Lereng tentang Teori Catur Cepat - Sekolah Manajemen Lereng Shin-Enta","isPartOf":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg","datePublished":"2026-09-24T23:00:53+00:00","description":"Apakah hasil dari keputusan yang diambil dalam 10 detik berdasarkan intuisi benar-benar tidak berbeda dengan keputusan yang diambil setelah 1 jam merenung? Dengan mengacu pada Teori Catur Pertama, serta menggunakan contoh-contoh pengambilan keputusan di lokasi konstruksi\u2014seperti kemiringan rangka hukum\u2014kami akan mengupas dan menjelaskan secara mendalam, dari sudut pandang lapangan, hubungan antara makna menghabiskan waktu dan pengalaman. Artikel ini sangat direkomendasikan bagi para pekerja muda yang sering ragu dalam mengambil keputusan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#primaryimage","url":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg","contentUrl":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg","width":600,"height":338,"caption":"10\u79d2\u30681\u6642\u9593\u306e\u5224\u65ad"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"\u30db\u30fc\u30e0","item":"https:\/\/norimen.net\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10\u79d2\u306e\u5224\u65ad\u30681\u6642\u9593\u306e\u5224\u65ad\u306f\u540c\u3058\u304b\uff5c\u30d5\u30a1\u30fc\u30b9\u30c8\u30c1\u30a7\u30b9\u7406\u8ad6\u3092\u6cd5\u9762\u5c4b\u304c\u6d45\u306f\u304b\u306b\u8003\u3048\u308b"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/norimen.net\/#website","url":"https:\/\/norimen.net\/","name":"Kursus Pengelolaan Lereng dari Shin-Enta","description":"Bagi Anda yang benar-benar ingin mengetahui tentang lereng!","publisher":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/#organization"},"alternateName":"\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u30ce\u30ea\u30e1\u30f3","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/norimen.net\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":["Organization","Place"],"@id":"https:\/\/norimen.net\/#organization","name":"Kursus Pengelolaan Lereng dari Shin-Enta","alternateName":"\u5869\u7530\u958b\u767a\u682a\u5f0f\u4f1a\u793e","url":"https:\/\/norimen.net\/","logo":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#local-main-organization-logo"},"image":{"@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#local-main-organization-logo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/norimenman","https:\/\/x.com\/norimenman","https:\/\/www.instagram.com\/enta.d"],"telephone":[],"openingHoursSpecification":[{"@type":"OpeningHoursSpecification","dayOfWeek":["Monday","Tuesday","Wednesday","Thursday","Friday","Saturday","Sunday"],"opens":"09:00","closes":"17:00"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/norimen.net\/#\/schema\/person\/7e507d48b040ed0f7a88ef4625070b95","name":"Hiburan","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7b9657262458e754e6e51a10396868dafe6afa60d649dffcd4d52a5fc01aaa7d?s=96&d=monsterid&r=g","caption":"\u30a8\u30f3\u30bf"},"description":"Setelah bekerja di perusahaan konstruksi besar yang berspesialisasi dalam lereng, saya memutuskan untuk mandiri pada usia 32 tahun. Karena terlalu banyak waktu luang, saya membuka blog. Di sana, saya membagikan pengetahuan tentang lereng dan menjawab segala macam pertanyaan. Hasilnya, permintaan informasi, pertanyaan, dan pesanan dari kontraktor lereng, kontraktor utama, serta perusahaan konstruksi umum lainnya pun semakin meningkat. Jumlah pengunjung di Ameblo pun cukup meningkat, sehingga saya memutuskan untuk pindah dari Ameblo dengan membeli domain sendiri demi menciptakan blog yang lebih nyaman. Ke depannya, saya berencana untuk terus membagikan semua pengetahuan secara terbuka di sini. Mohon dukungan Anda terus menerus.","sameAs":["http:\/\/enta-d.co.jp\/","https:\/\/www.facebook.com\/norimenman\/","https:\/\/www.instagram.com\/enta.d\/","https:\/\/x.com\/norimenman","https:\/\/www.youtube.com\/c\/entadnorimenman"]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/norimen.net\/first-chess-theory-construction-decision\/#local-main-organization-logo","url":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/site_title_logo.png","contentUrl":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2016\/10\/site_title_logo.png","width":220,"height":50,"caption":"\u65b0\u30a8\u30f3\u30bf\u306e\u6cd5\u9762\u7ba1\u7406\u587e"}]}},"jetpack_likes_enabled":true,"jetpack_sharing_enabled":true,"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-10-02 09:30:21","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/norimen.net\/wordpress\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/749b9c910bd8ec54be8081f9b3caa8c0.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=67176"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67176\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":67188,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/67176\/revisions\/67188"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67187"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=67176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=67176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/norimen.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=67176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}