Ahli lereng mencoba memikirkan solusi untuk batu Otani!

Halo semuanya.

Ini Enta.

Batu Otani

Belakangan ini, dalam proyek konstruksi swasta, kami diminta untuk mengambil langkah-langkah terkait batu Otani.

Meskipun penanganan tekanan tanah dan hujan lebat memang merupakan bidang keahlian saya, tapi di permukaan, ya!?

 

Penanganan lereng memang bukan masalah besar, tapi kalau sudah menyangkut pencegahan pelapukan batu, apa yang harus kami, para ahli lereng, lakukan!?

Sebenarnya, apa itu batu Otani!?

Saya rasa banyak kontraktor lereng yang berpikir seperti itu, jadi saya salin-tempel pendapat AI ini


Sejarah Batu Otani

● Batu tufa yang dihasilkan di Oya-cho, Kota Utsunomiya, Prefektur Tochigi.
Endapan material letusan gunung berapi yang terbentuk sekitar 15 juta tahun yang lalu.

● Telah digunakan sejak zaman Heian.
Digunakan untuk kuil, menara batu, dan tembok batu, serta tersebar luas di seluruh Jepang karena mudah diolah.

● Masa kejayaannya terjadi pada periode Meiji hingga awal Shōwa.
・Gudang
・Tembok
・Dinding luar rumah
・Sekolah・Bangunan Umum
Digunakan dalam jumlah besar di berbagai tempat, sehingga kota ini dikenal secara nasional sebagai **“Kota Otani = Kota Batu”**.

● Setelah perang, jumlahnya menurun karena alasan biaya dan daya tahan.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, teksturnya yang unik dan hangat ini mendapat apresiasi
Desain toko, perumahan, dan berkebun kembali menjadi sorotan.

Museum Batu Otani

Keunggulan Batu Otani
① Mudah diolah (batu yang lunak)

・Mudah dipotong dengan gunting atau pisau
・Pemrosesan permukaan melengkung・Hasil akhir dengan desain yang menarik juga dapat dicapai
→ Memiliki fleksibilitas tinggi dalam pelaksanaan, serta cocok untuk mempercepat waktu pengerjaan

② Memiliki daya serap kelembapan dan daya isolasi termal yang tinggi

・Terdapat gelembung-gelembung yang tak terhitung jumlahnya (struktur seperti batu apung) dan
→ Sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin
→ Salah satu alasan mengapa kata “kura” digunakan

③ Memiliki ketahanan api yang tinggi

・Karena terbuat dari batu vulkanik, batu ini tidak mudah terbakar
→ Memiliki tingkat keamanan yang tinggi sebagai bahan bangunan

④ Tekstur yang khas (tampilannya menarik)

・Warna hijau muda hingga abu-abu tua
・Tekstur yang lembut
・Perubahan seiring waktu justru menambah pesona
→ Populer di toko-toko dan perumahan mewah

⑤ Batu yang relatif ringan

・Lebih ringan dibandingkan batu alam sejenis (seperti granit)
→ Mudah diangkut dan tidak membebani struktur

Kekurangan Batu Otani
① Mudah menyerap air, dan,Mudah rusak

Karena banyak gelembung dan teksturnya lembut,
・Menyerap air
・Mengalami kerusakan akibat embun beku
・Mudah lapuk
→ Untuk penggunaan di luar ruangan, perawatan kedap air dan pemeliharaan berkala wajib dilakukan

② Kekuatannya rendah

・Kekuatan tekanannya lebih rendah dibandingkan dengan granit atau andesit
・Tidak cocok untuk bahan struktur
→ Digunakan terutama sebagai **bahan pelapis (bahan finishing)**

③ Mudah retak saat pemasangan

Karena batu tersebut lunak
・Sudutnya retak
・Mudah pecah
→ Diperlukan pelaksanaan pekerjaan yang cermat

Batu Otani

Batu Otani itu seperti ini.

Kalau kamu tukang lereng, kan cukup semprotkan mortar saja!?

Pasti kamu berpikir begitu, kan?

 

Namun, jika memang akan dibangun perumahan di lahan milik pribadi, hal-hal seperti persiapan lokasi dan penempatan alat berat tentu saja cukup merepotkan, bukan?

Jika mempertimbangkan tindakan pencegahan minimal dan pekerjaan konstruksi minimal,Bukan mortarSaya rasa begitu.

 

Jadi, itu berarti produk kimia seperti bahan berbasis resin, bukan?

Oleskan untuk mencegah kerusakan.

Sambil mencari-cari berbagai hal, aku juga mencari produk yang sudah terbukti kinerjanya di sektor publik, hehe

 

Kalau dipikir-pikir, produk yang sudah terbukti keandalannya di sektor publik memang akan lebih dulu dipilih pada saat-saat seperti ini!

 


Dalam hal upaya penanggulangan batu Otani di masyarakat, yang menonjol hanyalah kebohongan.

Hal ini karena, meskipun tujuannya adalah untuk menyebabkan longsoran tanah, mereka hanya memikirkan cara agar batu-batu di permukaan tidak mengalami pelapukan!

Inilah akar masalahnya.

Padahal, pada dasarnya ini seharusnya merupakan langkah pencegahan terhadap tekanan tanah dan hujan lebat, namun...

Seolah-olah cukup dengan merapikan permukaan tumpukan batu saja.

Ini adalah kasus yang tidak bisa saya terima sebagai insinyur teknik sipil, jadi saya ingin memastikan hal ini ditangani dengan baik.

 

Belakangan ini, selain mengerjakan proyek-proyek penahan tanah, saya juga diberi kesempatan untuk mengerjakan proyek-proyek di bidang konstruksi, jadi ini sangat menarik!

Selain itu, karena ini benar-benar bidang yang berbeda, saya perlu belajar lagi, tetapi hal ini sangat menantang.

Ini mirip dengan betapa menyenangkannya sesekali mencoba pekerjaan di bidang lain. (Meskipun ada juga orang yang tidak suka perubahan.)

 

Dan meskipun melelahkan karena harus memaksimalkan kemampuan otak, belakangan ini kesenangannya lebih besar daripada kelelahannya w

Mari kita coba hal-hal baru sedikit demi sedikit tanpa mengambil risiko!

 

Sampai jumpa lagi.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses